Featured Slider

6 Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadan untuk Teman-teman Kerja


Ucapan selamat menunaikan puasa ramadhan untuk setiap orang mungkin berbeda-beda, tergantung dengan siapa Anda berhadapan. Seperti ucapan untuk teman atau sahabat akan berbeda dengan ucapan untuk atasan Anda. 
 
Oleh karena itu, Anda harus membedakannya mana ucapan selamat menunaikan puasa untuk teman-teman kerja Anda. Mulai dari pimpinan hingga klien. Inilah beberapa tujuanvucapan selamat menunaikan ibadah puasa dikantor:
 
1. Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan untuk Atasan
Ucapan pertama kali dalam rangka memberikan selamat menunaikan ibadah puasa di kantor pastinya adalah ucapan untuk atasan atau pimpinan Anda sendiri. Dalam lingkungan pekerjaan, menghormati atasan dengan memberi ucapan seperti ini pun sangat dianjurkan. Ucapanya pun agak sedikit formal dan berwibawa, seperti ucapan biasa pada umumnya. Dengan atasan pun Anda bisa seperti serius tapi santai, karena menghadapi atasan tidaklah selalu menakutkan.
 
2. Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan untuk Bawahan
Selanjutnya adalah ucapan selamat menunaikan puasa ramadhan untuk bawahan Anda, dan ini berlaku untuk Anda yang  memiliki bawahan di kantor. Seperti karyawan yang memiliki posisi manajer atau supervisor, sudah seharusnya juga memberikan ucapan tersebut pada bawahan. Ucapannya dibuat kesan seperti mengayomi yang bawah tanpa harus merendahkan. 
 
3. Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan untuk Senior
Ucapan selamat menunaikan puasa ramadhan berikutnya merupakan ucapan untuk senior. Maksud dari senior disini karyawan senior di kantor. Ada perbedaan antara atasan dengan senior. Ucapan untuk karyawan senior ini harus terdengar bersahabat tapi tidak terkesan kaku ataupun terlalu gombal. Berusaha untuk tidak menimbulkan kesan berjarak antara senior dan junior dari ucapannya.
 
4. Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan untuk Teman Sejawat
Tidak ketinggalan juga bentuk ucapan selamat menunaikan puasa ramadhan versi pada teman sejawat. Karena, ini merupakan teman artinya Anda bisa lebih santai mengucapkannya. Mungkin teman sejawat bisa berasal dari kantor yang sama, atau teman hanya satu profesi. 
Ucapan ini pun tidak beda dengan ucapan pada teman lainnya yang terkesan sangat akrab. Mungkin, ucapan untuk teman sejawat lebih asyik didengar dibandingkan teman sekantor biasanya. Karena, Teman sejawat hanya bekerja satu profesi tapi bukan satu kantor.
 
5. Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan untuk Customer
Untuk berikutnya adalah ucapan pada customer atau klien perusahaan Anda sendiri. Karena, untuk menjalin hubungan baik perusahaan dengan customer maka budaya ini sebaiknya dilakukan. Dalam dunia kerja, bergaul dengan customer atau klien diusahakan sebisa mungkin dilakukan seperti hubungan pertemanan yang cukup akrab. Sehingga, ucapannya pun juga tetap terlihat santai tapi tetap menjaga wibawa. Jika Anda berusaha seperti menjalin persahabatan, maka customer tersebut betah berlangganan denga Anda.
 
6. Ucapan Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan untuk Tempat Kerja Lama
Ternyata bukan teman-teman kerja di kantor yang sekarang saja yang perlu diberi ucapan selamat saat memasuki ramadhan ini. Tetapi juga teman-teman kerja yang lama pun tetap harus dijaga silahturahminya. Istilahnya walaupun sudah memiliki teman kerja baru, teman lama jangan dilupakan. Karena teman lama artinya sudah sangat terbiasa dan tidak kaku, ucapannya benar-benar bersahabat.
itulah orang-orang yang sebaiknya mendapatkan ucapan selamat saat memasuki ramadhan dari Anda sendiri. Semuanya pasti akan merasa dihargai jika Anda memang memberikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan tulus. Selain itu, hubungan Anda dan teman-teman kerja itupun akan semakin baik. Terlihat dengan bentuk ucapan yang disampaikan.

Tips Memilih Baju Menyusui. Halimah Dress Gamis Busui Friendly Syari Nyaman Dipakai

Menyusui bayi di tempat umum terkadang menjadi masalah, terutama bagi muslimah. Kamu mungkin akan merasa canggung dan khawatir kalau aurat kamu akan terlihat saat menyusui si kecil di tempat umum. Solusi untuk muslimah yang ingin tetap nyaman menyusui si kecil dimanapun adalah pemilihan baju yang tepat. 

Berikut dibawah ini 6 tips memilih baju menyusui yang tepat dan nyaman untuk muslimah :

1. Memilih Baju Dari Bahan Yang Nyaman
Bahan katun adalah yang paling nyaman dipakai untuk baju menyusui karena bahannya yang lembut serta dapat menyerap keringat dengan baik. Saat menyusui, tubuh kamu akan ikut membakar kalori, sehingga kamu perlu baju yang tidak membuat gerah. 

2. Baju Busui Friendly
Saat ini sudah banyak tersedia baju khusus busui yang mempunyai celah tersembunyi untuk menyusui. Jika dilihat sekilas, baju ini tampak seperti baju biasa, padahal baju busui friendly yang tengah hits di kalangan ibu ibu muda ini juga ternyata fungsional dan sangat membantu muslimah untuk bisa menyusui di tempat umum. Desain bajunya juga begitu kekiniaan, mulai dari model blouse, tunik, hingga gamis. 

3. Ada Kancing Atau Resleting Di Bagian Depan 
Jika kamu ingin memakai koleksi lama yang ada di lemari, pilih baju dengan model long shirt. Pilih tunik atau baju muslim yang ada kancing atau resleting dibagian depannya. Adanya kancing dan zipper dibagian depan baju akan memudahkan kamu untuk menyusui si kecil di tempat umum. 

4. Memilih Baju Yang Longgar
Baju longgar akan membuat kamu lebih leluasa bergerak dan nyaman serta tidak akan terlalu membentuk lekuk tubuhmu. Jika kamu bingung untuk mencari baju menyusui muslimah yang sesuai dengan keinginan, tenang kini sudah banyak online shop yang memproduksi model gamis busui friendly yang syar’i. Jadi, menyusui anak di tempat umum sekarang bukan lagi menjadi masalah.
Salah satu produk gamis busui friendly syar’i terbaik yang nyaman dipakai adalah dari merk Halima. Ada baju muslim Halima, salah satu koleksi gamis anggun dan elegan. Sangat cocok untuk menemani aktivitas kamu baik semi formal maupun formal. Gamis Syar’i ini berbahan Wollycrepe Caltri yang tidak mudah kusut, jatuh, dan tentunya juga tidak menerawang. 

Tampilan Halima Dress tampak semakin manis berkat design pita yang dibuat diagonal mengelilingi gamis. Tersedia dalam 12 warna cantik, sehingga kamu bebas memilih warnanya sesuai kesukaan. 
Detail desainnya :
a. Dilengkapi kerah shanghai, dan kancing depan (Busui Friendly)
b. Modelnya loss tanpa cutting
c. Dibagian pinggang belakangnya terdapat kupnad
d. Terdapat saku samping kanan
e. Cutting diagonal pada bagian rok dengan aksen rempel kecil kecil serta pita pita yang mempercantik tampilannya
f. Pada lengan manset terdapat kancing satu yang dipermanis dengan pita. 
g. Keliling bawah rok kurang lebih 2,4 m
h. Kisaran harga Halima Dress ini mulai dari Rp. 235.000. 

5. Pilih Warna Gelap
Kadang si kecil gumoh atau muntah susu saat sudah terlalu kenyang, jika kamu memakai baju berwarna gelap, maka noda bekas gumoh dapat tersamarkan. Kamu bisa pilih baju berwarna hitam, navy, atau dark grey. Warna warna gelap itu juga bisa membuat tampilan kamu terkesan elegan. 

6. Memilih Hijab Yang Syar’i
Terakhir, padukan baju menyusui dengan hijab yang syar’i. Hijab yang panjang bisa membantu menutupi bagian dadamu sekaligus meng-cover si kecil saat sedang menyusu. Sehingga aurat kamu juga akan tetap terjaga. 


Tips Tetap Menulis di bulan Ramadan

 

Alhamdulilah, sebentar lagi ramadan. Bulan yang dirindukan oleh muslim sedunia. Bulan penuh barokah dan pahala berlipat ganda. Tentu saja kita tidak ingin melewatkannya begitu saja, kan? Yup. Pastinya kita ingin memanfaatkannya dengan optimal dan sebaik yang kita mampu lakukan. 

Bicara tentang optimal, mampu, tentu saja setiap orang berbeda-beda. Pun dalam mengelola waktu akan berbeda. Termasuk dalam hal ini adalah menulis di blog. Iya, rata-rata terutama saat ini, orang lebih suka membaca di media sosial mainstream seperti facebook, instagram, dan twitter, dan sangat menyukai youtube. 

Nah, masih dalam rangka ngeblog bareng para blogger bengkel diri, tulisan ini sedikit saya tulis untuk ikut berpartisipasi. Iya, memang sulit membangun konsistensi. Apalagi membangun konsistensi dalam berkomunitas, tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Oke, jadi, pastinya makin terlihat dan terpilih, orang-orang yang konsisten itu. Waktu dan kuota yang menjawab. (Eh, kok jadi curhat, hehe) Gak papa ya, ini PR besar saya untuk segera bersiap dan berbenah agar lebih baik lagi. 

Nah, sedikit saya akan bagikan tips agar tetap menulis di bulan ramadan. Saya rangkum dalam 5 M. Cek it out. 

1. Meluruskan niat

Penting ini. Menulislah karena memang ingin menulis. Bukan karena ingin dibayar atau kompensasi. Biarlah kompensasi itu nanti kita petik pada waktu yang tepat. Kita ingat sebuah pepatah yang masyhur, ikatlah ilmu dengan tulisan. Dan menulis juga bikin kita eksis, walau kita telah pergi meninggalkan dunia ini. Satu lagi yang harus kita ingat, menulis untuk berbagi dan kita hanya berharap pahala dari Allah semata. (Klise, gitu ya. Hari gini, gitu, loh) Gak mengapa, masih banyak, kok, yang berpikiran klise ini. Eit yang jelas kita berbuat bukan karena ikutan, tapi karena hukum syara. 

2. Mengupayakan Skala Prioritas

Nah, ini yang terkadang dilupakan dan dianggap remeh. Sering ya kita melakukan sesuatu karena diburu waktu dan juga target, lantas kita pilih jalan pintas. Iya, jalan pintas itu bernama abai dan lalai. Sering kita menjadi abai dengan skala prioritas demi selesainya menulis dengan alasan DL. Dan sering kita lalai dengan kewajiban demi aktivitas mubah. Yuk, istighfar bareng. Pastikan kita beramal dengan panduan fiqih aulawiyat ya. Termasuk soal ngeblog ini. Insya Allah tentang ini saya akan tulis juga di blog (Ingatkan ya jika saya terlupa) 

3. Mengelola Waktu

Ini nih, masalah yang cukup sulit. Soal kelola waktu atau manajemen waktu. Kita udah paham skala prioritas tapi belum beres kelola waktu dengan baik dan optimal. Waktunya suka berubah dan gak konsisten. Terus begitu akhirnya bubar. Bablas gak melakukan lagi aktivitas tersebut. Pun menulis di blog. Jadi, kita harus membuat jadwal untuk ngeblog ini. Dan harus konsisten. Misal ngeblog tiap hari jumat jam sekian. Ingatkan itu. Alarm yang berulang. Tulis dan tempel di tempat yang terlihat jelas dan sering. Dan samakan konsistennya dengan jadwal wajib lainnya. Insya Allah lama-lama akan terbiasa. 

4. Mengukur Energi atau fisik

Berhubung di bulan puasa, berarti harus bisa kelola dan mengukur kekuatan tubuh untuk menulis. Iya, kalau bulan puasa baiknya menulis tidak pada saat lagi lapar-laparnya dan lagi haus-hausnya. Dan biasanya kerja otak berkurang jika kondisi tubuh tidak optimal. Ngantuk juga sih ya. 

Eh, tapi ini gak bisa disamakan juga ya. Kekuatan tubuh tiap orang berbeda. Ada juga yang ngabuburitnya sambil ngeblog. Namun baiknya memang nulis dalam kondisi fresh, kalau saya biasanya malem habis tarawih dan tadarus. Karena bisa ngemil dan ngopi atau makan. Tapi hati-hati juga kalau kebanyakan ngemil, apalagi sambil sekali sekali buka medsos, ah dijamin gak jadi ngeblognya, haha. Setelah sahur juga bisa loh ngeblog. Masih segar dan kuatlah. 

5. Menggali Ide Tulisan

Soal ini gak perlu khawatir. Ide untuk menulis itu banyak sekali. Orang jawa bilang turah-turah. Iya, apalagi momen puasa. Banyak banget bahan tulisan. Food blogger apalagi. Tinggal bikin tulisan menu buka dan sahur atau tips lain untuk puasa. Jiwa kreatif dan liar (tanda petik) seorang blogger pastinya akan terpanggil, hehe. Banyakin baca buku, sirah dan update berita terkini, Insya Allah ide itu akan bermunculan. Atau bisa open request aja di grup. Barangkali ada yang minta tema untuk ditulis atau ada yang punya ide tulisan. Fix, kita tidak akan kehabisan ide atau bahan untuk ditulis. 

Demikian sharing tips sedikit dari saya. Saya menulis ini sepertinya gak sampai 1 jam. Bikin flyer itu juga bentar banget. Pagi ini, saya ngeblog via HP sambil tiduran, karena kondisi masih suka naik turun. Suka drop juga. Yang pasti, Insya Allah masih semangat ngeblognya. Teman-teman semua juga harus tetap semangat ya. Bismillah. Selamat berpuasa semuanya. Semoga Allah pertemukan kita dengan ramadan. Semoga kita bisa optimal menjalaninya dan meraih pahala ramadan. Aamiin