Featured Slider

Wahai Ibu, Jangan Malas Merawat Diri



"Duuh, males lah. Udah tua ini! Gak perlu perawatan wajah atau tubuh. Pakai skin care males banget. Harganya juga lumayan menguras kantong atau dompet."

Begitulah bisikan-bisikan yang ada dalam benak saya di usia cantik ini. Dan mungkin juga pikiran ini dan bisikan ini ada di semua ibu-ibu rumah tangga yang punya aktivitas dan punya batita dan balita. Iya, saya dan ibu-ibu satu pemikiran itu, pastinya mengantongi kata kunci. Sibuk. Mana sempat? Mending uangnya buat beli gamis dan tas. 

Namun, makin ke sini saya sering merasa mengeluh dengan kondisi tubuh. Terutama wajah. Kok, mulai ada flek hitam, kerutan di bawah mata, bibir sangat kering, kulit kaki pun demikian. Ternyata memang saya selama ini telah abai dan malas untuk merawat tubuh dan wajah karunia Allah ini. Meski suami gak komplain, namun saya merasa galau juga. Merasa tidak percaya diri bila berlama-lama dengan suami. Tentu di lingkungan luar juga akan sedikit banyak berpengaruh. 

Nah, sejak itu, saya jadi tersadar. Tenyata, merawat diri terutama wajah adalah sesuatu hal yang penting, apalagi di masa usia 40 tahun ke atas. Saya terkadang baca dan juga lihat postingan pegiat konten kecantikan, beauty blogger, dan dokter yang berkecimpung di bidang kesehatan dan kecantikan kulit. Nah, jadi semakin semangat dan yakin untuk merawat diri. Meski terlambat, tidak apa-apa daripada tidak mencoba sama sekali bukan?

Maka dari itu, saat ini saya berupaya untuk konsisten merawat diri, terutama wajah. Saya membiasakan untuk melakukan perawatan wajah secara basic dengan rutin. Minimal itu dulu secara konsisten. Karena PR besar saya adalah konsisten perawatan ini. Jadi, selama ini sebenarnya saya mampu membeli skin care, namun hanya dipakai di awal saja. Selanjutnya lupa, lupa, dan akhirnya tidak sama sekali. Ada loh yang sampai kadaluarsa saking lamanya. Parah, kan?

Perawatan apa saja? Tentu hal ini harus dipastikan terlebih dahulu. Sebelum memutuskan hendak membeli atau mencoba skin care merk apa. Dan lagi-lagi kita juga harus memastikan apakah kita punya dana untuk membelinya? Jadi kesimpulannya, kita harus pintar memenej hal tersebut. Kalau saya, saya mencoba perawatan dasar dengan memilih merk yang halal dan bpom. Dan sebisa mungkin kalau harganya cocok di kantong, hehe.

  Merawat Wajah

Bagian wajah adalah bagian pusat kita yang perlu diperhatikan. Maka dari itu harus dirawat agar tetap terlihat bersih dan mengurangi potensi gejala penuaan dini seperti flek hitam, kerutan dan juga kulit kusam yang menahun. Tentu hal ini akan berdampak buruk. Bisa timbul jewarat juga lama-lama. 

a. Pembersih muka

Sebenarnya, merawat wajah bisa dengan hal sederhana, yaitu rajin mencuci muka, minimal sehari dua kali. Apalagi ketika memakai make up. Wajah harus benar-benar dibersihkan secara baik dan berkala.

b. Pelembab

Menguti dari berbagai sumber, fungsi pelembab wajah adalah untuk mempertahankan stuktur dan fungsi kulit dari berbagai faktor seperti udara kering, AC, angin, debu dan sinar matahari. Pelembab wajah memiliki manfaat yang penting untuk menjaga kulit wajah dari paparan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi. Jadi, jangan sampai lupa ya.

c. Sunscreen

Jujur saya tidak terlalu perhatian soal sunscreen. Namun, berkat ngobrol dan juga baca teman-teman beauty blogger, akhirnya saya paham, penting banget pakai sunscreen. Sunscreen adalah lotion pelindung dari sinar matahari yang bisa menyerap ke dalam lapisan teratas kulit untuk menyerap sinar matahari yang sudah masuk ke dalam kulit. Sunscreen biasanya melindungi kulit dari sinar UVB saja. Perlu diingat lagi soal sunscreen ini.

d. Masker

Memakai masker ini juga perlu dilakukan untuk merawat wajah. Masker wajah tidak hanya membantu mengangkat sel-sel kulit mati atau eksfoliasi kulit saja. Kandungan vitamin dalam masker juga mampu mengembalikan keremajaan kulit dan membersihkan kulit dari racun-racun radikal bebas. Wah, penting banget ini pastinya. Dan jujur, saya masih belum rutin melakukannya, hehe.


Merawat Tubuh

Tubuh kita juga perlu dirawat. Terutama bagian tangan dan kaki, dan juga daerah lipatan-lipatan. Karena terdapat sel-sel kulit mati yang harus dibersihkan. 

a. Sabun mandi

Kebangetan kalau mandi gak pakai sabun mandi, hehe.  Pastinya sabun mandi adalah mutlak ya digunakan ketika mandi. Nah soal sabun mandi ini tentu saja sesuai selera masing-masing. Mau sabun mandi cair, atau batangan atau gel dengan aroma yang beragam. Pastikan yang pertama adalah sesuaikan dengan jenis kulit ya.

b. Hand and body lotion

Soal yang satu ini, terkadang sering lupa yang satu ini. Padahal jika melakukannya secara konsisten, akan berdampak sangat baik bagi tubuh kita. Saya tahu betul perbedaannya, ketika sebelum dan sesudah rutin memakai hand and body lotion ini. Sangat berbeda kondisinya. Sebelum rutin pakai hand and body lotion, kulit saya kering dan cenderung pecah-pecah dan menjadi kusam terutama di bagian tangan dan kaki. Setelah saya rutin pakai hand and body lotion, Alhamdulilah kulit tidak kusam lagi, dan lebih lembut dan pastinya bertambah cerah.

Namun, saya terakadang malas melakukan ini. Jadi harus benar-benar cari yang cocok. Ada satu yang cocok bagi saya salah satunya adalah Nivea Body Lotion . Teksturnya lembut dan tidak lengket di badan. Aromanya juga soft tidak menyengat. Ada yang pernah pakai juga?

c. Lulur

 Lulur juga perlu dirutinkan penggunaannya. Minimal seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali. Iya, saya termasuk yang malas luluran. Ribet kayaknya. Padahal dulu pernah saya rutinkan. Memang jadi PR besar bagi saya soal luluran ini. Padahal sebenarnya bisa saja melakukannya.

Demikian perawatan diri simpel ala saya. Kesimpulannya, ternyata merawat diri itu, gak ribet dan cukup sipmpel sebenarnya ya. Kalau ada komitmen dan niat yang kuat, Insya Allah mampu menjalaninya. Bismillah untuk konsisten merawat diri dengan niat ibadah. Saling support dan mengingatkan ya, ibu-ibu dan semuanya!

 




Tips Asik dan Nyaman Belajar Di Rumah Bersama Anak

 

 

Hai para bunda, dan sobat blogger di mana pun berada. Semoga masih pada semangat,ya. Iya, sudah hampir dua tahun kita diberi ujian berupa pandemi covid 19. Dan, mau tidak mau, suka tidak suka sebagian besar aktivitas dialihkan di rumah, termasuk sekolah. 

Sekolah dengan sistem daring, sudah hampir dua tahun berjalan. Meskipun ada beberapa sekolah yang memutuskan untuk memulai sekolah luring, namun dengan syarat menjaga protokoler kesehatan yang sangat ketat dan beberapa syarat lainnya. 

Nah, untuk para orang tua, terutama bunda, pastinya sudah mulai bosan dengan sekolah daring ini. Apalagi muridnya, alias anak-anak sekolah. Di sisi lain, ada banyak orang tua yang memutuskan untuk home schooling, alias sekolah di rumah dan langsung dididik oleh mereka sendiri. Terutama orang tua yang memiliki batita, balita. Alasannya beragam, namun rata-rata karena biaya dan efektivitas yang kurang. Jadi seperti tidak sekolah, namun harus tetap membayar. 

Baiklah. Itu terjadi pada saya juga. Anak bungsu saya 5 tahun, saya handle dan tidak saya lanjutkan ke TK karena pertimbangan tersebut. Jadi harus selalu siap dan terus belajar, terutama belajar sabar dan mengelola emosi, hehe. Anak saya yang sudah SD pun, sering mengalami kejenuhan dengan sekolah daring. Saat ini pihak sekolah mengambil kebijakan luring namun tidak setiap hari dan dengan prokes ketat. Meski demikian, anak-anak terkadang jenuh akhirnya mengabaikan jam sekolah daring. Maka dari itu, saya berupaya seoptimal mungkin agar anak-anak bisa nyaman dan enjoy sekolah daring.

Dan yang paling penting lagi adalah bagaimana mengkondisikan agar anak nyaman dan betah belajar. Perlu berbagai metode dan juga kurikulum serta sarana dan pra sarana yang memadai dan tepat. Saya jadinya mau tidak mau terus mencari dan belajar di sana-sini terutama soal kurikulum (kapan-kapan Insya Allah saya jadikan postingan tersediri ya) Fokus di post ini adalah lebih kepada alat sarana dan pra sarana belajar di rumah agar anak betah dan nyaman.

1. Ruangan yang nyaman dan menarik

Belajar akan lebih terasa nyaman pastinya didukung oleh suasana sekitarnya yang nyaman. Apalagi sekolah daring. Jadi, tidak ada salahnya para orang tua menyediakan tempat khusus atau sebisa mungkin mengubah ruangan agar lebih menarik, dan anak-anak menjadi lebih betah berlama-lama. Misalnya, dalam ruangan tersebut catnya diganti atau diberi wallpaper yang menarik. Suasana diuabah menjadi serti ruang sekolah atau taman bermain anak.

2. Perangkat, alat bantu dan Peralatan belajar

 Perangkat, alat bantu dan peralatan belajar pastinya sangat penting untuk disediakan dengan optimal. Pertama pastinya gadget dengan kuota yang memadai. Kondisi ini jika anak sekolah daring. Dan home scholing juga butuh perangkat teknologi pastinya. 

Selain perangkat gadget, alat bantu berupa gambar atau poster yang berisi materi atau ringkasan pembelajaran akan sangat membantu anak untuk lebih tertarik dan semangat untuk belajar. Jangan lupa tetap menyediakan peralatan alat tulis juga seperti buku, pensil, kotak pensil, tas, dan peralatan tulis lainnya. Ngomongin peralatan alat tulis anak sekolah pastinya banyak sekali ragamnya. Bisa kita pilih yang kualitasnya lebih misal produk dari smiggle. Pastinya anak-anak senang dan tambah semangat untuk belajar.

3. Makanan Ringan

Belajar juga perlu istirat agar anak teap mendapat asupan nutrisinya. Nah, kita bisa menyiapkan kreasi makanan ringan untuk selingan ketika anak sudah lelah belajar. Orang tua terutama bunda, mungkin bisa meluangkan waktu lebih untuk membuat cemilan sendiri sesuai permintaan anak-anak. Atau jika memang tak sempat, bisa memesan atau membeli saja.

4. Pengaturan Waktu 

Pengaturan waktu belajar di rumah tentu lebih fleksibel ya. Tergantung kesepakatan dan kondisi anak yang menjadi pertimbangan utama. Orang tua tak bisa memastikan juga seberapa lama anak akan betah belajar. Tentu hal ini adalah tak instan atau perlu dilatih kedisiplinan yang harus disepakati bersama.

Bagaimana pun, kondisi anak dan minat anak untuk belajar berbeda satu sama lainnya. Untuk itu, perlu menjadi perhatian para orang tua dalam hal ini. Menerapkan metode  yang tepat dan atur dengan baik agar anak tetapa asik dan nyaman belajar dan sekolah di rumah. Semangat selalu para bunda!


4 Dongeng Anak Yang Cocok Untuk Pengantar Tidur

Menceritakan Dongeng Anak adalah salah satu aktivitas yang dapat membangun kedekatan antara anak dan orang tua. Membaca dongeng adalah salah satu pendekatan yang paling menyenangkan. Bagaimana tidak, selain menghibur aktivitas ini juga menyenangkan sekaligus dapat membuat anak menambah wawasan dan pengetahuan tentang nilai-nilai moral pada diri mereka.

Mungkin bagi anak mendongeng menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan sebelum tidur. Namun bagi orang tua, mendongeng bisa menjadi media untuk memperkenalkan dan mengajarkan nilai moral pada anak.

Pilihan dongeng sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Jika anak Anda masih berusia 1-3 tahun, sebaiknya pilihlah cerita dongeng yang tidak rumit karena pada usia segitu anak-anak belum dapat menangkap cerita yang rumit sehingga sangat terbatas bagi mereka memahaminya.

Carilah dongeng yang sederhana, jangan lupa yang mengandung gambar dan tulisan. Akan lebih menarik jika orang tua membacakannya sambil melakukan gerakan mimic muka atau nada yang sesuai agar anak dapat memahami isi dari dongeng tersebut. Untuk itu, berikut adalah 4 rekomendasi dongeng anak yang cocok untuk pengantar tidur.

1.     Kelinci Yang Sombong dan Kura-kura

Dalam dongeng kelinci yang sombong dan kura-kurang menceritakan tentang kelinci dan kura-kura yang sedang lomba berlari. Kelinci merasa dirinya pasti menang karena bisa berlari kencang. Sedangkan kura-kura akan kalah karena berjalan lambat. Namun ternyata, dalam cerita ini yang menang adalah kura-kura karena kegigihannya dalam berlari meski larinya sangat lambat. Hal ini dikarenakan saat ditengah perjalanan kelinci tertidur dan menganggap bahwa kura-kura tidak akan bisa melampauinya.

Dalam cerita ini menjelaskan tentang janganlah sombong pada apa yang kita miliki. Dan janganlah merendahkan kemampuan orang lain, karena semua bisa terjadi jika kita mau berusaha.

2.     Kisah Pohon Apel

Kisah pohon apel juga bisa menjadi pilihan untuk pengantar tidur anak. Kisah pohon apel menceritakan seorang anak laki-laki yang sangat menyayangi pohon apel. Seiring waktu berlalu membuat anak laki-laki tumbuh dewasa dan ia ingin bertemu dengan pohon apel tersebut.

Namun, saat bertemu si pohon menyuruh laki-laki itu untuk memohon dahan pohon untuk dijadikan rumah. AKhirnya laki-laki itu memotong semua dahan pohon dan pergi dengan bahagia. Sang pohon senang laki-laki itu bahagia. Kisah dari dongen ini menceritakan tentang ketulusan, cocok untuk mengajarkan nilai moral pada anak.

3.     Kancil dan Buaya

Cerita kancil dan buaya sangat cocok dijadikan cerita dongeng anak sebelum tidur. Dongeng ini menceritakan tentang kancil yang cerdik karena berhasil menemukan ide untuk menyebrangi sungai dan mendapatkan apa yang kancil inginkan. Namun, dalam cerita ini sayangnya kancil menipu buaya untuk bisa menyebrangi sungai sehingga si buaya marah kepada kancil. Dongen ini mengajarkan anak untuk tidak membohongi orang lain.

4.     Malin Kundang

Dongeng malin kundang menceritakan seorang laki-laki yang rajin dan pekerja keras yang bermimpi untuk membahagiakan ibunya. Namun, setelah sukses laki-laki ini lupa kepada ibunya dan tidak menganggap ibunya sehingga ibunya sedih dan marah. Kemudian ibunya mengutuk malin kundang menjadi batu. Dalam dongeng ini mengajarkan anak untuk menghormati dan menyayangi orang tua sampai dewasa dan jangan melupakan jasa orang tua kepada kita.

5.     Angsa dan Telur Emas

Cerita angsa dan telur emas menceritakan seorang petani miskin yang tekun dan pekerja keras. Namun setelah bertemu dengan angsa yang bertelur emas, petani ini kaya raya. Namun, suatu hari si angsa tidak bisa bertelur emas sebanyak biasanya. Sehingga membuat petani tamak dan memotong angsa untuk mendapatkan telur tersebut. Namun angsa tersebut justru mati dan petani tidak bisa mendapatkan telur emas lagi. Cerita ini mengajarkan kita untuk tidak boleh serakah dan bersyukur atas rejeki yang diterima.

Itulah cerita dongeng anak yang cocok dijadikan dongeng pengantar tidur. Cerita di atas sangat cocok untuk dongeng tidur anak-anak, selamat mencoba!