Featured Slider

4 Tips Mendapatkan Kursi Gaming Terbaik


Kini, kursi gaming sedang ramai dibicarakan banyak orang. Menurut penelitian Nielsen ditahun 2014, rata rata gamer dengan umur lebih dari 13 tahun akan menghabiskan waktu 6,3 per minggu untuk bermain game. Resiko kesehatan gamers hampir mirip dengan profesi yang mengharuskan pekerja untuk duduk dalam waktu yang lama. 

Kamu tidak mau kan, masih mudah sudah terkena penyakit hanya karena sering menghabiskan waktu untuk hobimu yang menyenangkan itu? Namun, berkat banyaknya produk yang bisa dipilih, kamu bisa memilih kursi gaming terbaik untuk menunjang bermain game kamu tetap aman, nyaman, dan sehat. 

Untuk mendapatkan kursi gaming terbaik, simak beberapa tips dibawah ini :

  1. Kunci Kenyamanan Kursi Gaming : Ergonomis Dan Kesesuaian

Saat memilih kursi gaming terbaik, pastinya kenyamananlah yang diutamakan. Apalagi, tentunya kamu tidak ingin merasakan kram di pungung dan leher saat sedang bermain game. Kamu juga pastinya ingin kursi gaming yang punya fitur yang bisa mencegah penyakit kronis hanya dari menikmati hobimu. 

Fitur fitur yang dimaksud seperti adanya sandaran tangan yang bisa disesuaikan (2D, 4D), bantal  yang bisa menyokong pinggang, serta bantal untuk kepala. Fitur fitur tersebut sangat penting karena dapat mempertahankan postur tubuh dan kenyaman ideal untuk duduk dalam jangka waktu yang panjang. 

 

2.                   Material Kursi Gaming

Ternyata kenyamanan bukanlah satu satunya faktor terpenting dalam memilih kursi gaming yang terbaik. Karena terkadang bahan juga bisa membuat munculnya perbedaan yang signifikan dalam pembuatan kursi gaming berkualitas. Beberapa bahan yang biasanya akan kamu temukan di pasaran adalah leather (kulit), PU Leather, PVC Leather, dan Fabric (kain). 

 

3.                   Ukuran Kursi Gaming

Kebanyakan kursi gaming dibuat khusus untuk orang orang dengan tinggi dan berat yang sesuai rata rata, namun bukan berarti orang diluar itu tidak bisa duduku nyaman saat bermain game. Produsen kursi gaming mengerti bahwa gamers datang dari beragam bentuk dan ukuran, oleh karena itu juga banyak kursi gaming yang dihadirkan dengan banyak macam tipe dan ukuran.

 

4.                   Style Kursi Gaming

Pastinya memilih kursi gaming yang memiliki kualitas kulit dan kenyamanan adalah faktor terpenting. Namun, jika stylenya tidak cocok dengan sisi estetikmu, maka kamu tidak akan nyaman saat menggunakannya. Style kursi gaming ini bermacam macam. Ada yang bergaya seperti jok mobil balap, ada yang bergaya lebih elegan, serta ada juga yang sporty dan dinamis. 

Soal warna, kamu bisa menyesuaikannya dengan gaming gear kamu yang lainnya. Contohnya, jika keyboard, mouse, dan headset gamingmu berwarna biru, maka mungkin kursi gaming berwarna biru juga cocok untuk kamu.  

Sebagai catatan, jika kamu ingin mencari kursi gaming yang murah, jangan mencari yang terlalu murah. Karena biasanya yang berharga terlalu murah itu tidak memiliki durabilitas yang baik. 

 

Kursi gaming. credit: blibli.com


 

Menikmati Liburan Di Rumah Saja Di Tengah Pandemi

 Assalamualaikum sahabat blogger semuanya. Sehat selalu ya. Dan, kudu tetap semangat. Nah, postingan kali ini bertema tentang "Liburan" dalam rangka ngeblog bareng dengan komunitas Blogger Bengkel Diri. "Gimana? Masih pada aktif ngeblog, kan?" 

Nah, kalau ngomngin liburan, ini pasti topik yang diminati dan digemari oleh setiap orang. Iya, siapa, sih yang tidak suka liburan? Apalagi ke tempat-tempat yang indah ya. Ditambah lagi dengan cerita dan pengalaman liburan orang-orang atau netizen di dunia maya semisal instagram. 

Tahun 2020 (tepatnya bulan maret 2020) adalah tahun yang mungkin orang-orang tak menduga bahwa akan diberi ujian berupa pandemi yang sampai saya menulis ini belum selesai bahkan katanya makin meningkat dan covid 19 mempunyai jenis yang baru. Ah, betul-betul ujian yang luar biasa. Dan sekarang ritmenya seperti sudah biasa dan harus membiasakan hidup di tengah pandemi. Sekolah dan kuliah daring, Work From Home dan aktivitas pertemuan lainnya semuanya beralih pada media daring. 

Nah, berhubung masih pandemi, untuk liburan tahun ini saya memutuskan untuk tidak ke mana-mana. Jadi berupaya memaksimalkan liburan di rumah saja. Apa saja aktivitasnya? 

1. Liburan Virtual 

Sejak pandemi, libuan virtual mulai digemari, dan banyak orang yang berkreasi dan inovasi untuk memfasilitasi dan melakukan bisnis liburan virtual. Liburan virtual baik dalam negeri maupun mancanegara perlu dicoba juga. Ada yang gratis dan berbayar. Nah, kalau saya memanfaatkan yang gratis, karena waktu itu ingin yang berbayar malah sudah tutup kuoatnya. Tak mengapa, lain kali bisa ikutan lagi dengan destinasi yang lebih bervariasi lagi. Ya, sambil berdoa, agar suatu saat bisa benar-benar liburan secara nyata di tempat tersebut. Aamiin.

2. Baking

Nah, sebenarnya, tidak liburan pun baking adalah hobi saya. Namun, di tengah pandemi ini apalagi anak-anak, aktivitas baking bertambah. Biasanya cuma resep andalan yang simpel, nah untuk liburan ini saya ingin mencoba bikin yang baru yang belum pernah saya coba. Misal membuat roti boy, cake red velvet, odading, variasi puding, dan resep-resep yang masih terbilang simpel dan mudah.

3. Bertanam

 Kalau bertanam memang sudah saya awali sejak pertengahan pandemi. Untuk mengisi kegiatan di rumah. Belajar menanam buah dalam pot, dan mengenal jenis-jenis media tanam. Anak-anak antusias dan sering banget ada hal lucu yang diucapkan si kecil Hamiz. Misal begini, "Umi, bikin roti pisang lagi" jawab saya, wah stok pisang habis, nanti ya bikin apa yang ada saja dulu." Nah, Hamiz bilang dengan lantang, "Kan Umi punya pohon pisang? tinggal ambil di depan". Haha, tepok jidat, deh. Dikiranya pisangnya sudah berbuah, masih lama, Nak, wong baru bibit yang ditanam, nanti kira-kira 6 bulan atau satu tahun lagi. Begitulah komentar lucu bungsu saya. Sama dengan tanaman buah yang lain. Pikirnya langsung bisa dipanen buahnya. Nah, tapi jadi ada materi yang harus dijelaskan lagi ke mereka, yaitu usia tanaman buah berbuah kapan saja karena masing-masing tanaman buah dalam pot berbeda.

4. Halqah/Mengkaji Kitab rutin

Aktivitas ini memang sudah menjadi rutin wajib bagi saya dan suami. Nah sekarang sudah saya biasakan dan wajibkan untuk anak-anak saya.  Mengkaji Islam secara rutin, membiasakan mereka untuk betah duduk di majlis ilmu. Ya, awalnya berat, namun lama-lama jadi enjoy juga. Dan mengingatkan mereka kalau menuntut ilmu terutama ilmu agama adalah kewajiban. Meluangkan waktu dua jam atau bebapa jam saja dalam satu minggu mosok tidak bisa? jangan terlalu banyak fokus pada hal yang mubah juga. Pelan-pelan dilatih dispilin dan bisa atur skala prioritas dalam beraktivitas. Yuk, Nak, kurangi mainnya, kencangkan ibadah dan belajarnya.

5. Belajar Bahasa Asing (Arabic dan English)

 Liburan diisi dengan belajar bahasa juga boleh, loh. Minimal yang dasar dulu dan diutamakan bahasa arab karena bisa membantu memperlancar ngaji kitabnya. 

6. Ngeblog 

Membuat blog untuk anak juga asik loh. Melatih anak menulis dan juga ngeblog. Mudah saja kan gimana belajarnya? Dan untuk postingan juga sebaiknya kita arahkan agar mereka paham. Ya, karena awal-awal anak-anak memang gak paham aktivitas ngeblog itu gimana. Belajar bikin tulisan yang selesai. Ya, karena tulisan yang bagus itu tulisan yang selesai dan mudah dimengerti. 

7. Nobar  

Nonton bareng keluarga bisa juga digendakan ya. Tentunya film yang untuk semua usia. Film Sejarah Islam, atau film sirah Rasul dan sahabat. Film inspiratif tentang keluarga, dunia pendidikan dan alam semesta juga sangat menarik. Kebetulan di rumah ada wifi yang bisa terhubung dengan televisi. Ada banyak film anak dan edukasi yang bisa ditonton. Di channel youtube juga bisa ya. Banyak pilihan film yang layak ditonton. 

8. Market Day

Seperti yang pernah dipraktikan di sekolah mereka, ada kegiatan market day. Simpelnya jual-jualan. Biasanya berupa jajanan sehat bikinan atau kreasi sendiri. Atau bisa juga berupa snack ringan yang biasa disenangi anak-anak. Mereka belajar cara menjual, menawarkan dagangan, dan berakad jual beli yang benar. Untuk hal yang satu ini sampai hari ini belum dipraktekan, rencananya di akhir-akhir liburan di bulan Januari nanti. 

Nah, demikian aktivitas liburan saya bersama keluarga di rumah saja. Dan mereka sekali-sekali ke rumah mbah mereka, karena dekat hanya terpaut dua rumah. Alhamdulilah anak-anak tak rewel dan meminta liburan ke mana-mana. Karena memang saya tidak membiasakan piknik, juga karena mereka paham bahwa bahaya virus corona masih mengancam. Jadi, kita harus masih terus bersabar di rumah saja. Siap! Sehat-sehat semuanya ya. 

NB: Tidak semua kegiatan saya dokumentasikan, karena kadang lupa dan ada yang belum terlaksana. Foto hanya perwakilan. Semoga nanti bisa saya lengkapi. 




Cek Perkembangan Anak Balita Melalui KlikDokter

Memperhatikan tumbuh kembang anak usia dini memang sangat penting. Tidak hanya perkembangan fisik, perkembangan lainnya seperti emosi dan psikologinya juga butuh diperhatikan. Tetapi, bila Anda membesarkannya dengan kasih sayang, tentu anak Anda akan dapat merasakannya. 
Perkembangan dari segi fisik adalah yang paling mudah untuk dilihat dan dicek apakah sesuai dengan usia atau tidak. Berikut ini adalah progress perkembangan anak berdasarkan usianya dalam kategori perkembangan fisik:

1. Anak Usia 1 sampai 2 Tahun 
Pada usia ini, anak akan belajar bagaimana bisa berjalan secara stabil tanpa bantuan. Pada awal perkembangan, anak tentu membutuhkan bantuan orang tua baik secara fisik maupun dukungan. Bila Anda tidak bisa membantunya, berikan media lain pada anak sebagai alat untuk membantunya belajar berjalan. 

Anak pada usia ini juga sudah belajar untuk memperbanyak kata-kata dan merangkainya menjadi kalimat. Toilet training sudah bisa dilakukan pada saat anak berusia setidaknya 1,5 tahun. Dari segi emosi, anak akan mampu untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan. 

2. Anak Usia 2 sampai 3 Tahun 
Pada usia ini, anak sudah bisa berjalan dengan baik. Tidak sedikit anak yang mulai belajar untuk berlari dan melompat pada usia ini. Penting untuk membatasi apa yang diinginkan anak, karena bila semua keinginannya dipenuhi lalu sekali waktu tidak, maka anak akan menunjukkan tantrum. Orang tua perlu membimbing dan memberitahu anaknya tentang apa yang boleh dan tidak boleh. 

Perkembangan paling pesat dalam usia ini adalah pembelajaran bahasa, ilmu dan emosinya. Tunjukkan apa saja ilmu yang ia harus ketahui, misalnya sopan santun sederhana seperti maaf dan tolong. Biarkan anak mengekspresikan apa yang ia inginkan. 

3. Anak usia 4 tahun 
Anak pada usia ini seharusnya sudah bisa setidaknya berusaha menggunakan baju sendiri tanpa bantuan orang lain. Tidak hanya itu, ia juga bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana seperti sikat gigi sendiri atau bercerita. Mintalah anak untuk menceritakan kembali apa yang sudah ia dengar hari ini. Biarkan juga anak mengeksplor apa yang ia inginkan, seperti menggambar atau melukis. 

4. Anak Usia 5 Tahun 
Anak usia 5 tahun seharusnya sudah mandiri dalam urusan berpakaian dan makan. Ia tidak lagi merengek untuk disuapi, meski terkadang mereka tetap menunjukkan sifat manjanya kepada orang tua. Ia juga bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki selama beberapa detik. Pada usia ini, anak akan sangat aktif. 

Anak usia 5 tahun akan belajar berlari, memanjat hingga jungkir balik. Orang tua boleh melindungi agar anak tidak mendapatkan bahaya, tetapi juga jangan terlalu membatasi apa yang mereka lakukan. 

Apabila Anda adalah orang tua yang baru pertama kali memiliki anak, maka Anda bisa menggunakan bantuan Klikdokter.com. Anda bisa klik https://www.klikdokter.com/pages/tumbuh-kembang-anak. Disana, Anda akan diminta untuk memasukkan nama anak, usia anak dan beberapa hal spesifik lainnya. 

Beberapa hal yang perlu dimasukkan atau disiapkan adalah tinggi badan, berat badan hingga lingkar kepala. Setelah memasukkan data-datanya, Anda akan diberitahu apakah perkembangan anak Anda normal atau tidak secara fisik. Anda juga akan diberitahu tentang kapan anak bisa dikategorikan terlalu kurus atau obesitas. 

Dari segi lingkar kepala, Anda juga bisa tahu apakah anak Anda normal atau tidak. Akan ada garis berwarna hijau bila perkembangan anak termasuk dalam kategori normal. Tunggu apa lagi, kini Anda bisa mengaksesnya secara gratis. Selamat mengecek perkembangan buah hati, ya para ayah dan bunda.