Sunday, 15 October 2017

Interlac: Solusi aman dan tepat untuk mengatasi Diare dan Konstipasi keluarga saya

Sunday, 15 October 2017

Jujur, selama menjadi ibu, dari mulai anak pertama sampai anak ke lima, saya tidak begitu memperhatikan dan hampir tak mengerti tentang bagaimana menjaga sistem pencernaan yang baik. Ah, rasanya penuh dengan drama mengingat masa itu. Bisa dibayangkan, sebagai ibu pemula rasanya bingung yang luar biasa ketika menghadapi anak yang trauma ketika hendak buang air besar. Tidak sekali dua kali saya mengalami hal itu. Kali lain saya begitu was-was melihat anak saya yang lemas karena diare. Kelima anak saya hampir sama semua pernah mengalami gangguan dan keluhan pencernaan ini, yaitu diare dan Sembelit.

sumber: IG @interlacprobiotics


Pengalaman anak sembelit (Konstipasi)

Drama anak sembelit biasanya ketika sudah mulai belajar makan makanan pendamping ASI (MPASI). Anak ketiga, sampai saat ini pun kadang mengalami sembelit karena kurang mengkonsumsi sayur dan buah lantaran kurang suka dan cenderung pilih-pilih makanan. Bahkan pada kasus Si Bungsu Hamiz, ketika masih berusia 2 bulan, ketika hendak bab dia nangis kejer (nangis histeris, istilah orang jawa) berkeringat dan mengejan.

Ah, rasanya bercampur aduk. Apa salah saya? Saya salah makan? Kurang gizikah atau nutrisi? Waktu itu saya hanya paham kalau sembelit, bisa diatasi dengan memperbanyak asupan yang mengandung serat, seperti sayur dan buah. Minum air putih yang banyak. Membiasakan anak buang air besar segera dan tidak ditahan-tahan. Hanya sebatas itu. Namun tetap saja sembelit melanda.

Pengalaman anak Diare

Diare pada anak biasanya terjadi pada bayi dan balita dan termasuk salah satu jenis  gangguan saluran cerna yang paling banyak dialami. Bahkan, dehidrasi akibat diare masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada bayi dan balita di Indonesia. Riset nasional menunjukkan bahwa 31.4% dari kematian bayi dan 25.2% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare. Diare juga dapat membunuh bayi dan balita bila menyebabkan dehidrasi tingkat berat dan terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada kasus anak diare, saya ingat betul anak saya yang pertama, Najma. Di usia yang belum genap satu tahun, ia mengalami diare sampa lemas karena kekurangan cairan. Penyebab persisnya saya kurang tahu. Tapi saya ingat betul, Najma kerap meminum air dari kran ketika ia bermain air. Asupan yang saya berikan ketika ia diare, kerap dia muntahkan. 

Betapa sedih dan merasa khawatir dengan kondisinya. Sampai saya membawanya ke dokter, tetap saja obat yang diberikan dokter tak bisa masuk. Harus dengan susah payah dan teliti memberikan asupan agar tak kurang cairan. Diare ini juga kadang masih menyerang anak-anak meskipun perlindungan dan pola hidup dan pola makan bersih dan sehat saya terapkan. Apalagi yang kurang?

Kurangnya pengetahuan tentang sistem pencernaan yang baik

Kejadian anak kerap mengalami diare dan sembelit karena kurangnya  pengetahuan saya tentang sistem pencernaan yang baik dan bagaimana agar tidak mudah terulang. Sampai saya membaca sebuah artikel tentang bagaimana menjaga dan melindungi sistem pencernaan yang baik yaitu salah satunya dengan rutin mengonsumsi probiotik.

Apa itu prebiotik?

Menurut WHO probiotik adalah bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi penggunanya. Perlu menjadi catatan disini adalah Probiotik bukanlah obat. Kata probiotik diambil dari Bahasa Yunani pro (untuk) dan bios (kehidupan). Maka kata probiotik mempunyai makna for life atau untuk kehidupan. BPOM Indonesia juga mengkategorikan probiotik sebagai suplemen makanan, bukan obat.

Menemukan Jawaban

Akhirnya saya menemukan jawaban kegalauan saya tentang bagaimana menangani dan mencegah gangguan pencernaan teutama diare dan sembelit. Tentang probiotik inilah yang sebelumnya saya tidak paham betul. Dan inilah jawaban kebingungan saya waktu itu. Ternyata untuk mencegah dan mengurangi diare dan juga konstipasi, tidak hanya sekadar yang saya lakukan waktu itu. Jika ingin memiliki sistem pencernaan tubuh yang baik, salah satunya adalah rutin mengonsumsi prebiotik. Alhamdulilah, saya mengenal INTERLAC.

Seputar INTERLAC


Menurut penjelasan dr. Intan Diana Sari Head of Medical PT. Interbat, bahwa  setiap jenis probiotik berbeda-beda. Ada probiotik yang sudah teruji manfaatnya, ada juga yang belum memiliki dukungan scientific untuk klaim kesehatannya. Dalam pemilihan probiotik, penting untuk melihat bukti uji klinis sampai tingkat strain. Lactobacillus Reuteri Proctetis, salah satu yang paling banyak diteliti di dunia mengenai manfaat dan keamanannya.

Di antara probiotik-probiotik dengan jenis Lactobacillus, yang paling menonjol kelebihannya adalah strain Lactobacillus reuteri Protectis yang dipatenkan oleh BioGaia, perusahaan bioteknologi Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics. Hal ini dibuktikan oleh ratusan penelitian klinis yang dilakukan para klinisi, ahli biomedis dan ahli nutrisi di seluruh dunia.

Sampai hari ini, sudah ada lebih dari 160 uji klinis pada lebih dari 13.000 partisipan yang telah mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan Lactobacillus reuteri Protectis pada manusia. Dengan manfaat dan keamanan yang teruji klinis, probiotik Lactobacillus reuteri Protectis dari BioGaia kini direkomendasikan dokter di lebih dari 90 negara.

Mohamad Nurhadi selaku Brand Manajer INTERLAC memaparkan, bahwa INTERLAC adalah satu-satunya produk suplemen probiotik di Indonesia yang mengandung Lactobacillus reuteri Protectis, menjadi solusi yang aman dan efektif untuk berbagai macam gangguan saluran cerna. INTERLAC dipasarkan di Indonesia, melalui kerjasama BioGaia dengan PT Interbat.

logo PT Interbat


INTERLAC ada tiga jenis:
1. Oral Drops (cocok untuk bayi baru lahir sampai berusia 1 tahun)



2. Sachet (0-3 tahun), dan

3. Tablet Kunyah dengan varian rasa stroberi dan lemon (4 tahun sampai dewasa).








Informasi INTERLAC

Informasi seputar produk INTERLAC ini bisa didapatkan dibeberapa alamat website dan media sosial sebagai berikut:

Website : www.interlac-probiotics.com
• Instagram : @interlacprobiotics
• Facebook : interlacprobiotics

INTERLAC dapat dibeli di Guardian, Apotek terdekat, Halodoc, Go-Med App & Lazada.co.id
linknya sebagai berikut:

Apakah INTERLAC aman?

Menurut referensi yang saya baca, INTERLAC adalah prebiotik yang aman dikonsumsi. Sampai akhir 2016, manfaat dan keamanan Interlac sudah teruji klinis di lebih dari 160 penelitian pada 13.000 pasien. Termasuk diantaranya adalah lebih dari 2.000 bayi prematur, 5.000 bayi dibawah usia 3 tahun, 2.500 anak dan remaja berusia 4 sampai 18 tahun, dan 3.600 pasien dewasa. Adapun kelebihan interlac sehingga aman dikonsumsi sebagai berikut:

1. Satu-satunya probiotik Lactobacillus reuteri Protectis di Indonesia, probiotik rekomendasi dokter di lebih dari 90 negara
2. Produk impor dari BioGaia, perusahaan Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics
3. Sediaan lengkap untuk bayi, anak-anak dan dewasa (Oral Drops, Sachet dan Tablet Kunyah)
4. Keamanan yang terjamin – aman dikonsumsi bayi lahir prematur, bayi baru lahir sampai dewasa dan lansia
5. Formula bebas laktosa
6. Dosis praktis dan ekonomis 1x sehari
7. Efektif sebagai terapi dan pencegahan diare
8. Efektif menjaga kesehatan saluran cerna bayi untuk kualitas hidup yang lebih baik

Manfaat INTERLAC

Selain kemanan dan keunggulan, INTERLAC juga mempunyai manfaat, diantaranya adalah;
1. Menjaga kesehatan saluran cerna
2. Terapi dan pencegahan diare, konstipasi, regurgitasi (gumoh) dan distensi abdomen (kembung)
3. Terapi dan pencegahan infeksi jamur
4. Terapi dan pencegahan kolik infantil (tangisan berlebih pada bayi berusia dibawah 4 bulan yang disebabkan oleh gangguan pencernaan)
5. Terapi dan pencegahan NEC (Necrotizing Enterocolitis), penyebab kematian nomor satu pada bayi lahir prematur
6. Meningkatkan sistem imun, mencegah alergi dan meningkatkan daya tahan tubuh
7. Mendukung perkembangan neurologi (syaraf) yang optimal pada bayi
8. Terapi functional abdominal pain (sakit perut) pada anak-anak
9. Mengurangi efek samping penggunaan antibiotik
10. Terapi pendamping antibiotik untuk infeksi Helicobacter pylori

Membiasakan Konsumsi INTERLAC

Saya merasa lega dan bersyukur belum terlambat mengenal INTERLAC ini. Saya banyak belajar bagaimana seharusnya menjaga sistem pencernaan keluarga, terutama anak-anak. Sebagai orangtua, kesehatan anak tentu selalu menjadi kepentingan utama, kan ya. Salah satu langkah awal dalam merawat kesehatan anak adalah menjaga kesehatan saluran cerna mereka. Dua pekan sebelum saya menuliskan artikel ini, saya sudah membiasakan memberikan anak-anak INTERLAC.

1. Najma, yang berusia 11 tahun sangat menyukai INTERLAC tablet kunyah rasa stroberi. Interlac juga bisa dikonsumsi oleh orang dewasa, loh. Pencernaannya sekarang bertambah lancer dan hamper tidak mengeluh sakit perut lagi.

2. Anak saya yang kedua, wafa diusianya yang menjelang 9 tahun kadang terkena sembelit  dan diare. Sembelit biasanya datang ketika dia sedang bosan dengan sayur. Buah-buahan hanya satu dua jenis yang dia senangi, alhasil konsumsinya seputar daging-dagingan. Alhamdulilah setelah rutin konsumsi interlac tablet kunyah, pencernaannya relatif lancar dan tak mengeluh sembelit dan sering buang gas.

3. Hazim usia 7 tahun. Hampir sama dengan Wafa, kadang mengalami sembelit akibat kurang serat. INTERLAC tablet kunyah awalnya dia tidak mau karena dia piker itu obat. Setelah saya jelaskan dan dukungan dari kakak-kakakny akhirnya mau juga.

4. Haziq 3,5 tahun. Anak saya yang keempat ini yang paling doyan dengan tablet kunyah sampai-sampai nangis minta lebih dari satu tablet sehari. Alhamdulilah lama-lama mengerti kalau konsumsi harus sesuai dosis yang dianjurkan. Masalah sembelitnya mulai berangsur membaik. Babnya lancar. Sebelumnya sempat terganggu bahkan pernah empat hari tidak bab hanya buang gas saja.

5. Si Bungsu Hamiz, 16 bulan. Masalah Hamiz ini adalh diare. Kerap buang air besar sehari lebih dari lima kali, dan cair. Saya cobakan INTERLAC serbuk dan dropnya. Meskipun agak sulit karena dia sudah mulai mengenal bahwa itu adalah obat. Karena memang sebelumnya pernah minum antibiotic karena infeksi lukanya di usia satu tahun. Frekuensi Bab tak sebanyak sebelum minum INTERLAC dan bentuk fesesnya mulai tak cair lagi. Semoga selalu sehat dan terus bertambah baik sistem pencernaannya.

Haziq, 3,5 tahun sangat suka dengan tablet kunyah INTERLAC

Wafa, 8,5 tahun suka juga dengan tablet kunyah INTERLAC stroberi

Alhamdulilah, slogan Healthy Tummy Happy Baby  bersama INTERLAC semoga selalu menyertai dan gangguan pencernaan khususnya diare dan sembelit pada keluarga saya, tak lagi kembali. Aamiin

Terimakasih INTERLAC

keluarga saya




 sumber: IG @interlacprobiotics, Seminar blogger kit INTERLAC

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...