Peluncuran Kampanye "Jam Makan Serat" Dukung Kesehatan Pencernaan Anak Bersama Bebeclub


Peluncuran kampanye 'Jam Makan Serat" 10, 2, 8

 

Apa kabar sahabat semuanya? Semoga selalu sehat dan selalu dalam limpahan rahmat Allah. Kali ini saya ingin sharing dan berbagi info tentang serat. Terutama untuk para bunda yang masih bingung gimana agar buah hatinya suka makan serat. Atau yang masih punya problem terkait sistem pencernaan pada anak. Nah, Alhamdulilah kebetulan saya berkesempatan mengikuti webinar peluncuran kampanye "Jam Makan Serat" bersama Bebeclub. Kampanye yang sangat edukatif dan menarik. Simak ulasan lengkap berikut ini ya. 


Tepatnya hari kamis 3 Juni 2021, saya diundang untuk menghadiri Peluncuran Kampanye "Jam Makan Serat" Bersama Bebeclub mengajak para ibu membangun kebiasaan makan serat untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan anak.

Terus terang, sebelum saya mengikuti webinar ini, ilmu saya tentang betapa pentingnya serat bagi anak masih minim. Iya. Saya terkadang masih menganggap tidak terlalu penting maksudnya, selagi anak baik-baik saja dan tak begitu terganggu sistem pencernaannya, ya tidak masalah jika anak tak mau makan asupan yang mengandung serat.

 

Alhamdulilah berkesempatan hadir dalam peluncuran kampanye "Jam Makan Serat" 10, 2, 8

Perlu diketahui bahwa, "serat merupakan salah satu jenis zat gizi yang penting untuk dikonsumsi oleh si kecil agar sistem pencernaan bisa bekerja dengan optimal. 70% komponen sistem daya tahan tubuh terdapat pada pencernaan dan merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan holistik si Kecil. Namun, konsumsi makanan berserat pada anak-anak masih harus terus didorong karena masih belum menjadi perhatian banyak orang tua di Indonesia." Nah, fakta ini termasuk saya yang mengalami hal demikian. Kurang begitu memerhatikan asupan serat pada anak.


"Kecukupan serat anak Indonesia masih belum memenuhi standar rekomendasi asupan serat harian. Dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat, dimana rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi ¼ (seperempat) atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya. Jumlah ini masih jauh di bawah angka kecukupan gizi (AKG) yang direkomendasikan, yaitu 19 gram serat setiap harinya."
 

Wah, harus lebih gencar lagi ya edukasi, sosialisasi dan kampanye-kampanye kreatif agar anak-anak bisa mengkonsumsi serat yang cukup. Peluncuran kampanye ini menghadirkan narasumber yang terdiri dari pakar yang memaparkan materi dan informai terkait pentingnya serat. Berikut ulasannya.

Pembicara pertama yaitu, seorang Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K). Dalam sesi pemaparan materi, beliau mengatakan bahwa, “Konsumsi makanan berserat tidak bisa diremehkan. Kebutuhan serat yang tercukupi dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya. Pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga akan berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik, dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan dapat dapat mempengaruhi emosi anak. Selain itu, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari.”

Kemudian lebih detail, fungsi serat pada saluran cerna anak yaitu, mengurangi gejala saluran cerna, merangsang dan melembutkan BAB, serta menjaga populasi mikroba usus. Sedangkan efek asupan serat pada anak adalah untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan, mengurangi risiko obesitas, mengurangi risiko diabetes, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Masya Allah luar biasa ya manfaat dan fungsi serat pada anak. Maka dari itu harus selalu peduli dan membiasakan anak untuk rutin makan asupan serat. 
 

Dr. dr. Ariani memaparkan materinya
 
 
Pembicara yang kedua yaitu, seorang Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. yang akrab disapa Prof. Tati. Pada sesi yang kedua materi ini, beliau mengatakan bahwa, “Orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Cara mudah untuk memastikan anak mendapat cukup serat adalah dengan memperkenalkan anak dengan berbagai jenis serat, hingga membiasakan konsumsi makanan berserat. Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat.

Beberapa contoh makanan kaya serat, yaitu: sereal sarapan dari gandum utuh, roti gandum dan oats, barli dan gandum hitam; buah-buahan seperti pir, melon dan jeruk; sayuran seperti brokoli, wortel, dan jagung manis; kacang polong, buncis dan pulses; kacang dan biji-bijian; serta kentang dengan kulitnya.”

Lebih lanjut beliau menekankan, Penting bagi si Kecil mengkonsumsi serat dalam jumlah cukup sesuai AKG yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur. “Untuk anak usia 1-3 tahun, dibutuhkan setidaknya 19 gram serat setiap hari. Dalam bentuk makanan, 19 gram serat ini setara dengan hampir 2 kilogram wortel rebus atau 1,2 kilogram pepaya. Jumlah ini umumnya cukup sulit dipenuhi melalui makanan yang mereka konsumsi sehari-hari dalam sekali makan.

Oleh karena itu, beliau menjelaskan lagi, dalam merencanakan pola makan serat sesuai kebutuhan anak, selain harus bisa menentukan jenis dan jumlah (porsi) asupan serat, orang tua sebaiknya juga dapat mengatur jadwal makan serat untuk membiasakan anak menyantap makanan yang kaya kandungan serat dalam beberapa kali sehari. Orang tua dapat mengatur jadwal makan serat anak, bukan hanya di makanan utama, namun juga bisa dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat 3 kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau snacking time. Upaya ini diharapkan dapat membantu para Ibu untuk memastikan asupan serat harian anak tercukupi."

 

Sesi pemaparan materi dari Prof. Tati

 

Kemudian dilanjutkan dengan sesi pembicara ketiga, yaitu Ibu Shiera Syabila Maulidya, Beliau adalah Brand Manager Danone Specialized Nutrition Indonesia. Beliau memaparkan dengan detail tentang kampanye jam makan serat ini, baik tujuan dan juga harapan, serta program-program yang dicanangkan.


Melihat pentingnya edukasi tentang makanan berserat dan dorongan gerakan yang tepat untuk mendukung para Ibu di Indonesia agar dapat membangun kebiasaan makan serat pada anak, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Bebeclub meluncurkan kampanye “Jam Makan Serat”. Rangkaian kampanye ini diharapkan dapat memudahkan para orang tua dalam memastikan asupan serat harian anak tercukupi dengan makanan dan minuman tinggi serat yang dapat memenuhi 50% kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi 3 kali sehari. Dengan memiliki pencernaan yang sehat, akan dapat mendukung 7 kehebatan lengkap Si Kecil, yaitu: Pencernaan nyaman, Penyerapan nutrisi, Pencernaan lancar, Perlindungan alami, Tumbuh kembang optimal, Cepat tanggap, dan Menjaga suasana hati.

Lebih lanjut, Ibu Shiera mengatakan, “Kami berkomitmen untuk membantu orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak hebat, salah satunya dengan memastikan asupan serat harian si Kecil tercukupi melalui kampanye “Jam Makan Serat”. Di dalam kampanye ini, kami meluncurkan gerakan “Tantangan 21 Hari Makan Serat” serta Modul Edukasi 21 Hari Makan Serat. Melalui gerakan ini, kami mengajak anak untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat beberapa kali diantara waktu makan, yaitu jam 10 pagi, 2 siang dan 8 malam, sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan makan serat pada saat makan utama maupun saat snacking untuk dukung kesehatan pencernaan si Kecil.” 
 
Yuk ikutan rutin jam makan serat

 

Masih sesi pemaparan dari Ibu Shiera, beliau menegaskan, “Selain gerakan “Jam Makan Serat”, kami juga menghadirkan satu satunya susu tinggi serat Bebelac Gold sebagai salah satu pilihan Ibu untuk melengkapi asupan serat harian dan nutris untuk si Kecil. Inisiatif ini dilakukan karena Bebeclub percaya bahwa kehebatan seorang anak perlu dimulai dari nutrisi tepat, khususnya asupan serat yang dikonsumsi agar bisa memiliki pencernaan yang sehat untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan holistik si Kecil,”
 
Gerakan “Tantangan 21 Hari Makan Serat” mendorong orang tua untuk terlibat aktif dalam konsumsi serat anak, dimulai selama 21 hari dan terus menerus dilanjutkan sebagai kebiasaan yang baik untuk masa depan. Selain itu, guna mendukung para ibu melakukan tantangan 21 hari makan serat, Bebeclub juga menyediakan e-booklet yang dapat diunduh secara gratis, sehingga dapat memberi para Ibu lebih banyak informasi dan inspirasi dalam menjalankan gerakan ini.

Wah, Masya Allah. Sangat lengkap ya programnya. Saya jadi ikutan tertantang juga, nih untuk membuat menu 21 hari makan seratnya. Sahabat blogger dan para bunda, ikutan juga ya tantangannya. Cara detail, bisa dilihat di gambar di bawah ini. Untuk mengunduh bookletnya bisa klik link berikut ini ya https://linktr.ee/hellobebe atau untuk mendapatkan info lebih lengkap bisa follow instagramnya https://instagram.com/bebeclub
 
 
Cara ikutan tantangan 21 hari makan serat

 
 
Salah satu inspirasi menu tantangan 21 hari makan serat

 
Dan, sesi pembicara berikutnya yaitu, Ibu Gya Sadiqah, seorang selebriti dan istri Tarra Budiman yang juga sebagai ibu dengan 1 Orang Anak, menyambut baik adanya inisiatif Bebeclub ini. Pada sesi ini, Ibu Gya mengatakan “Kami sangat khawatir jika Kalea sering mengalami gangguan pola Buang Air Besar (BAB) seperti konstipasi. Saat sedang BAB, tidak tega melihatnya bisa sampai menangis. Tapi, semenjak tahu dan menggunakan Bebelac Gold yang telah teruji klinis dapat membantu melancarkan pencernaan dalam 2 minggu, karena mengandung nutrisi susu tinggi serat. Hasilnya, bener terbukti dan Kalea jadi tidak konstipasi lagi. Apalagi dengan adanya kampanye “Jam Makan Serat” ini, tentunya akan semakin membuat saya sadar akan pentingnya untuk memastikan asupan serat harian Kalea tercukupi dari makanan tinggi serat serta dibantu dilengkapi dari nutrisi Bebelac Gold.”

 



Oya, untuk sebagai tambahan informasi dari Ibu Shiera, selain menyediakan produk susu pertumbuhan yang mengandung tinggi serat bagi anak di atas satu tahun dan kampanye “Jam Makan Serat”, dalam rangka membantu orang tua memantau kesehatan pencernaan dan memastikan kebutuhan serat pada anak, Bebeclub juga menyediakan platform Tummypedia yang dapat diakses di https://bebeclub.co.id/tummypedia. Tummypedia hadir untuk mempermudah Ibu untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil di rumah hanya dengan 3 langkah mudah beserta fitur andalan, yaitu fitur cek BAB praktis setiap hari untuk mendapatkan diagnosis dokter; Cek asupan serat dan nutrisi; serta bisa mengunduh Tummypedia report dengan diagnosa awal dokter yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan si Kecil.
 
Sebagai Closing Statement dari Ibu Shiera “Kami percaya bahwa tumbuh kembang optimal anak harus didukung tidak hanya oleh nutrisi yang tepat, tetapi juga edukasi yang efektif. Oleh karena itu, Bebeclub menyediakan fitur lengkap untuk pencernaan melalui Tummypedia agar ibu semakin yakin status kondisi pencernaan anak. Selain itu, kami juga menyediakan platform edukasi melalui e-booklet serta mengajak para Ibu untuk memulai kebiasaan baik untuk memastikan asupan serat harian anak tercukupi dengan baik dan hadir dalam rangkaian produk dengan nutrisi tepat tinggi serat. Kami berharap, melalui berbagai inisatif tersebut akan semakin banyak anak Indonesia yang dapat tumbuh menjadi Anak Hebat,” 
 

Nah, demikian sesi pemaparan materi oleh narasumber dalam acara peluncuran kampanye jam makan serat bersama Bebelac. Pastinya sangat kaya ilmu dan nformasi bagi saya khususnya, yang masih punya PR besar membiasakan anak terutama si Kecil untuk gemar dan rutin makan serat. Semangat para ibu semuanya!


Sumber tulisan:
Press Release
Instagram:
https://instagram.com/bebeclub
 
 
 
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Anindita Saraswati Dwiwinata (Dita) 
External Communications for Specialized Nutrition 
Danone Indonesia 
Telp: 021.2996.1234

60 komentar

  1. Anak saya termasuk yang males makan sayur, liat sayur tutup mulut. Ternyata serat bisa didapat dari apa saja ya termasuk susu tinggi serat, rekomendasi yang bagus buat saya nih mba :)

    BalasHapus
  2. Asik, asiikk, kalo ada jam makan serat kayak gini, bisa sekaligus mengedukasi parents dan anak2 utk mengonsumsi serat sesuai kebutuhan.
    Karena memang serat sangat dibutuhkan oleh kita semua, ye kan.

    BalasHapus
  3. Abis baca blog ini, aku juga jadi tertantang buat ikutan challenge 21 hari makan serat nya nih kak. Doakan istiqomah ajak anak makan serat ya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, semangat mba...semoga berhasil ikuti tantangannya. Anak jadi lebih sehat dan kuat. aku baca informasi diatas, lengkap banget.

      Hapus
    2. Aamiin. Semangat. Semoga bisa konsisten

      Hapus
  4. Aku mendukung sekali mba kampanye ini. Aku percaya dengan adanya kampanye jam makan serat ini bisa memotivasi anak anak makan serat :)

    BalasHapus
  5. Membiasakan diri sedari kecil mengonsumsi asupan serat beneran sepenting itu ya Mak, mulai dari memelihara kesehatan saluran pencernaan.

    Dan penting banget untuk mengurangi risiko obesitas, mengurangi risiko diabetes, dan mengurangi risiko penyakit jantung yang kebanyakan penyakit jaman now.
    Moga peluncuran jam makan serat ini dipahami oleh semua orang tua.

    BalasHapus
  6. Keren nih kqmpanyenya karena masih banyak ortu yg belum bisa disiplin memberi makanan yg terbaik utk anak2nya ..

    BalasHapus
  7. bocah dirumah susah kalau di suruh makan sayur atau buah. orangnua pemilih banget, apalagi kalau dikasih makan yg lembek2, udah pasti nolak. padahal sayur dan buah sumber serat yang harus ada dalam tubuh manusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya begitulah anak-anak, Mbak... Kadang pilih2

      Hapus
  8. Jadi mau nerapin gerakan “Tantangan 21 Hari Makan Serat” ke anak. 3x sehari kan um? Bismillahirrahmanirrahiim semoga anakku lulus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa ikutin resepnya ya ada di link profile ig @bebeclub

      Hapus
  9. Penting banget memang ya, membiasakan cukup serat sejak kecil. Aku masih kesulitan, nih.

    BalasHapus
  10. Yap, serat super duper urgent dalam hidup manusia.
    yuk lah, biasakan anak2 kita utk rutin konsumsi serat yak
    semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes semangat... Bundanya juga semangat ya

      Hapus
  11. Serat itu penting banget ya keberadaannya. Dan ada koneksinya juga dengan kecerdasan anak. AKu mendukung banget adanya jam makan serat ini.

    BalasHapus
  12. Aku yang udah gede aja kadang susah um untuk makan berserat. Memang harus dibiasakan dari kecil ya um biar nggak pilih-pilih makanan. Salut deh sama kampanye jam makan serat ini :)

    BalasHapus
  13. nah, penting banget ini biar asupan serat anak tercukupi :) dan tumbuh kembangnya lebih optimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes. Serat bantu banget tumbuh kembang anak

      Hapus
  14. Semoga adanya tantang 21 hari makan serat dengan aturan jam makan sehat, akan menjadi kebiasaan anak2 utk makan sayur dan buah. Bebeclub memberikan informasi edukatif banget utk tumbuh kembang anak. Keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya, kampanyenya sangat bermanfaat

      Hapus
  15. asupan serat itu penting banget ya mba.. keren banget nih kampanye jam makan serat dari bebeclub. jadi mau ikutan juga, tantangan 21 hari makan serat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk ikutan... Cus infonya di ig @bebeclub

      Hapus
  16. Di rumah anakku satu doyan sayur tapi, si bungsu gak suka. Dengan adanya kampanye ini mampu mengedukasi bahwa penting bgt membiasakan cukup serat dan mengajak para ibu membangun kebiasaan makan serat untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan anak ya moms.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sama. Di rumah saya juga gitu, ada yg suka sayur ada yang masih pilih dan gak suka sayur buah juga kadang pilih2

      Hapus
  17. aku kayaknya gak bisa ikutin jam ini deh soalnya jam 2 siang tuh waktunya anak2ku tidur siaang haha paling yah baru bisa ngemil itu sorean gituu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya mungkin bisa sebelum dan sesudahnya. Itu hanya patokan kira2 saja

      Hapus
  18. Ternyata kudu banget di cek mengenai kebutuhan serat anak yaa.. Karena merambat niih, masalahnya ke kesehatan cerna dan bisa memperlancar tumbuh kembang anak di Golden Age.
    Sekarang kebayang gimana pentingnya menerapkan Jam Makan Serat untuk anak, terutama.

    BalasHapus
  19. aku jadi kembali cobain anak-anak sufor ini karena kandungan seratnya yang utama. apalagi skrg anak2 udah mulai milih2 makanan suka bosan sama sayur dan buah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini penting juga ya untuk tambahan nutrisi agar lengkap. Praktis juga

      Hapus
  20. Kampanye yang bagus lho ini dan penting membiasakan anak makan serat sedini mungkin. Masih cukup banyak anak kecil yang kurang suka makan serat, padahal serat itulah yang jaga kesehatan saluran cerna kan ya

    BalasHapus
  21. Pengen nerapin jam makan serat ini deh tapi masih sering lupa. Anak-anak agak susah makan buah dan sayur nih. Semoga aja nanti bisa konsisten makannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semangat. Saya juga lagi membiasakan. Semoga konsisten

      Hapus
  22. Senangnya bisa ikutan dalam peluncuran kampanya ini ya mba, aku pribadi jadi lebih aware buat penuhi kebutuhan serat anak-anak di rumah dan coba tantangannya deh cuma masih berat di jam 8 hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, senang dan bersyukur jadi tambah ilmu

      Hapus
  23. kampanye edukatif banget untuk ibu-ibu apalagi anak2 itu jarang banget mau makan serat. harus diolah dulu jadi sesuatu baru mau lahap.

    BalasHapus
  24. Ternyata kenu tinggi serat ga mesti buah dan sayur ya, es cincau seperti resep diatas juga bisq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cincau dibikin dari daun kaya serat juga

      Hapus
  25. Huaaa...trnyata byk bgt ya kebutuhan serat si Kecil, alhamdulillah anak suka makan sayur dan buah tpi sprtinya kurang klo dari pemaparan di atas. Makasih sharingnya ya Ummu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Iya, banyak yang masih jadi PR saya nih

      Hapus
  26. Ya ampuuun anakku susah banget makanan berserat terutama sayur umm, padahal banyak banget serat yang harus dikonsumsi anak

    BalasHapus
  27. Konsumsi serat itu memang bukan hal yang diutamain sih kebanyakan ya kalo buat anak-anak. Padahal punya peran penting juga buat proses tumbuh kembang anak

    BalasHapus
  28. Kalau nyuruh anaknya makan serat, mamanya jg kudu ikutan kasih teladan nih ya... jadi ikutan belajar lagi nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes beb. Jadi tertantang disiplin juga nih

      Hapus
  29. Wah, aku jadi ikutan inget inget makan serat di jam jam makan serat ah. Supaya anak anak juga rutin konsumsi serat setiap hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, betul Mak. Rutinitas yang kadang susah untuk konsisten

      Hapus
  30. habis baca tulisan mb Nunung tersadarkan akuh...ternyata serat sangat penting untuk tubuh kita..dan asupan serat untuk anakq msh kurang harus di perbanyak mulai sekatang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat untuk para ibu. Aku pun baru paham juga

      Hapus

Terimakasih sudah membaca, Jika berkenan, Silakan beri komentar....:-)