Be A Great Muslimah For Ummah

Assalamualaikum. Alhamdulilah segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, hingga hari ini kita masih bisa beraktivitas. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, pengikutnya sampai akhir zaman. Aamiin.

Apa kabar sahabat semuanya? Masih semangat, kan ya? Di tengah wabah covid-19 kita senantiasa mengoptimalkan ikhtiar, dan tidak panik serta tetap waspada. Tetap melakukan aktivitas meski terbatas. Tetap menggunakan skala prioritas dalam beramal  Dahulukan yang wajib, sunnah, minimalisir yang makruh, dan memilih dengan baik hal yang mubah. Tetap memberikan manfaat untuk orang lain (tentang skala prioritas ini nanti saya akan tulis dan ulas di blog juga ya).

Mengutip yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadist riwayat Al-Imam Ahmad,

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."

Masya Allah, ya. Islam begitu memuliakan umatnya. Terlebih muslimah. Ternyata mudah untuk menjadi yang terbaik. Yaitu dengan berusaha agar keberadaan kita ada manfaatnya bagi orang lain. Saat di rumah kita bisa bermanfaat, ketika di kantor kita juga bermanfaat. Bahkan di media sosial kita harus selalu berbagi manfaat kepada sesama. Insya Allah, kita bisa menjadi yang terbaik asal ada niat yang kuat dan konsep ihsanul amal tidak dilupakan.

Oya, kita ingat kembali tentang peran strategis seorang muslimah dalam kehidupan ini.
Di sekolah online @bengkel_diri ada materi dasar Islam yang membahas tentang bagaimana posisi strategis seorang ibu. Perlu kita pahami bersama bahwa Islam begitu memuliakan perempuan. Hukum asal perempuan adalah sebagai Umm wa rabbatul bait. Sebagai ibu, dan pengatur rumah tangga. Dan kehormatannya senantiasa harus dijaga

Posisi strategis seorang ibu :

1. Sebagai madrasah ula, pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.

Ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya. Nah, hal ini yang kadang sering dilupakan. Orang tua sepenuhnya menyerahkan pendidikan ke para guru di sekolahnya. Iya, yang bisa sekolah, kalau tidak? Kalau bicara hal ini pastinya sudah sistemik ya. Karena peran dan tanggung jawab negara juga sangat penting dalam hal ini.  Dalam kondisi wabah covid 19 ini pastinya semua aktivitas terpusat di dalam rumah, termasuk dalam hal pendidikan anak-anak. 

Jujur, selama ini agak keteteran juga dengan pola sekolah anak yang dialihkan ke rumah. Tugas yang harus dilaporkan juga begitu menguras waktu dan pikiran. Perlu ada kerjasama dan komunikasi dengan pihak sekolah tentang kebijakan belajar di rumah ini. Jangan sampai terlalu banyak tugas yang dibebankan kepada anak. Pun sebagai orang tua tetap mendampingi dan mengarahkan anak-anak agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Sekali lagi, ini butuh kerjasama semua pihak ya. Ayah pun harus turut serta berperan dalam hal ini. Walau pun para ayah dan ibu, harus WFH juga. Wah, energinya harus punya stok yang banyak, nih. Eh, stok sabarnya juga ya. Bismillah, bisa, ya!


Bermain dengan anak di luar rumah, tentu sekarang gak bisa dulu. Jadi, ide main di rumah kudu dibanyakin ya

2. Sebagai sahabat suami dalam mengarungi kehidupan rumah tangga, menjadi istri salihah dan menjadi tim yang saling menguatkan. Menjadi orang pertama yang mendukung suami dalam menjadi pempimpin rumah tangga.

Iya, pastinya para istri ahrus terus mendampingi suaminya. Kehidupan suami istri adalah seperti persahabatan. Saling berlomba dalam kebaikan, dan selalu mengingatkan kepada ketaatan. Saling bantu membantu dalam segala hal, suka-duka, lapang maupun sempit. Eh, ngomong, sih, gampang ya. Tapi, parakteknya? Tak semudah itu Esmeralda! 

Indeed! Dan pastinya berumah tangga itu butuh bekal dan juga ilmu. Mulai dari memilih pasangan sampai kepada akan ditinggalkan pasangan (Suami/istri). Pesan singkat saya, untuk para istri harus selalu ingat dengan kewajiban dan juga kudu selalu apgred ilmu. Kalau di Bengkel Diri, ada materi praktis terkait hubungan suami istri, ya. Manajemen komunikasi suami istri, Manajemen keuangan rumah tangga, dan sebagainya. Ilmu itu dipahami, diamalkan dan juga didakwahkan. Idealnya begitu. Praktekan dan gunakan jika kita butuh. Pastinya prinsip tentang kehidupan, terkait tujuan dan visi misi haruslah selaras, karena itulah kunci rumah tangga. So, dalam hal ini keluarga akan berjalan jika suami istri saling bergandengan tangan satu sama lain. Gak mungkin kan jika istri saja yang jalan, tapi suaminya masih duduk bahkan tidur? Woy, bangun para suamik!

3. Menjadi tiang negara, dalam hal ini seorang muslimah atau ibu boleh berkiprah di tengah masyarakat. Boleh menggeluti profesinya seperti menjadi guru, dosen, dokter, ilmuwan, pebisnis, dsb. Ada banyak contoh yang bisa menjadi teladan. Sosok wanita hebat pada masa Islam. Sebutlah Khadijah, sang pebisnis sukses dan kontribusinya luar biasa untuk dakwah. Aisyah ra, hafal ribuan hadits. Assyifa seorang hakim pada masa Khalifah Umar bin Khottob. Dan masih banyak lagi. Masa sekarang juga harusnya lahir muslimah yang tangguh, cerdas dan ikut berkontribusi di segala lini yang kita punya dan kita bisa. Berikan dan curahkan apa yang kita bisa untuk kebangkitan umat (Menyemangati diri)


Sekadar ilustrasi kontribusi kita kepada Umat, sesuai passion dan profesi kita

Sekali lagi, meski demikian ada aturan yaitu berupa hukum syara yang mengatur semua posisi tersebut agar tetap dalam koridor syariat Islam. Pahami juga tentang fikih skala prioritasnya. Seorang muslimah wajib berpegang pada aturan tersebut. Dan tidak boleh mengabaikannya. Energi yang dikeluarkan juga lebih besar pastinya. Namun, Insya Allah menjadi pahala yang luar biasa jika kita ikhlas menjalankannya. So, jangan baper dan galau lagi ya. Tetap semangat dan jalani posisi strategis kita dgn Lillah. Tetap berdoa dan bersabar terutama dalam kondisi wabah ini. Bermuhasabah selalu. Tak henti berdoa kepada Sang Pemilik Kehidupan. Semoga wabah ini segera berakhir. Aamiin

Peluk virtual untuk para ibu dan muslimah semuanya. Stay safe, stay healthy, stay strong, stay dakwah, stay istiqomah. And, Be a Great Muslimah For Ummah, Yes!

Wassalam

6 komentar

  1. Ibuuu, nice deh.
    Jd kangen kelas BD 😁

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah di ingatkan kembali 😊
    Kudu buka materi BD lagi nih kayanya 😃

    BalasHapus
  3. Peluk kembali ummu, terimakasih sharingnya

    BalasHapus
  4. Aamiin... berasa lagi di kelas BD, jadi semangaaat...

    BalasHapus

Terimakasih sudah membaca, Jika berkenan, Silakan beri komentar....:-)