Friday, 29 August 2014

Breast Pump Philips Avent: ASI dan MPASI Lancar, Ibu dan Bayi pun Tenang

Friday, 29 August 2014


Anugerah terindah yang keempat

Menjadi seorang ibu untuk kesekian kalinya, adalah kebahagiaan terbesar yang selalu saya syukuri. M. Haziq Zhafran Altamis, Si bungsu, yang kini memasuki usia 9 bulan, sungguh memberi warna dan kebahagiaan bagi keluarga saya. Meskipun sudah melewati masa ASI eksklusif, memberikan nutrisi yang terbaik untuknya adalah suatu yang harus saya upayakan. Salah satunya adalah tetap memberinya ASI hingga dua tahun. Ada satu lagi yang tak kalah penting yaitu memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) yang alami.



Dulu, saya pernah keliru…

Pengalaman melahirkan anak pertama adalah pengalaman yang begitu berharga. Ya, waktu itu saya gagal untuk memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama. Penyebabnya banyak faktor, terutama minimnya informasi dan belum berpengalaman serta ASI saya tidak langsung keluar. Saya sedih ketika membaca banyak artikel tentang betapa besar keunggulan dan manfaat ASI. Namun, kesedihan itu justru memberikan hikmah bagi saya. Ya, saya menjadi lebih tahu dan menyadari betapa pentingnya ASI.

Dan satu hal yang sangat saya ingat yaitu tentang kekeliruan saya dalam memahami memompa ASI atau istilah yang biasa disebut yaitu pumping. Keliru? Ya, saya keliru memahaminya. Saya pikir, memompa ASI tidaklah perlu, bahkan bikin macet ASI. Bikin macet? Kok bisa?

Waktu melahirkan anak pertama itu, saya tidak melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Pihak klinik menawarkan untuk diberi sufor dahulu. Dan saya menurut saja waktu itu. Hari kedua di klinik, saya baru mencoba menyusi bayi saya. ASI saya sangat sedikit yang keluar. Sampai saya kembali ke rumah. Malamnya, ASI saya masih macet. Payudara saya membengkak. Sakit rasanya. Akhirnya saya meminta suami untuk membeli pompa ASI.

Suami pun bergegas membeli pompa ASI di toko bayi terdekat. Suami tak lama datang dengan pompa ASI yang harganya murah. Bagi saya waktu itu, begitulah pompa ASI dan memang harganya ya segitu. Saya pun mulai memompa. Anehnya, yang keluar sedikit. Dan rasanya sakit, sangat tidak nyaman. Saya berpikir, apakah saya salah memompa? Atau memang kualitas pompanya jelek? Ah saya semakin galau dan panik. Akhirnya, saya menyerah dan terus mencoba menyusui bayi saya yang rewel akibat bingung puting.

Keeseokan harinya, kekeliruan saya tentang memompa ASI pun semakin kuat. Ada teman yang kebetulan pandai memijat bayi, refleksi dan sebagainya. Dia mengatakan kalau payudara sebaiknya jangan dipompa, bisa bikin macet. Begitulah. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi pumping.

Bye bye pumping… dan pompa ASI nya pun saya biarkan jadi mainan anak sulung saya. He he…


Pentingnya pumping

Sampai pada suatu hari... ketika anak ketiga saya berumur 4 bulan, badannya panas, rewel dan tak mau menyusui. Saya bingung, panik dan menahan rasa sakit akibat payudara saya bengkak. Terlebih, saya hanya menyusui satu payudara, yang sebelah kiri berhenti produksi. Kalau pun ada sangat sedikit dan tak pernah kencang. Setelah saya bertanya dan juga mencari penyebabnya. Jawabannya: saya harus pumping. Karena pumping memang penting, tidak hanya untuk melancarkan produksi ASI, namun untuk mengatur siklus proses keluarnya ASI antara ASI awal atau foremilk dengan ASI akhir atau hindmilk.

Waktu itu saya hanya memerah dengan tangan karena waktu itu saya belum bekerja dan selalu membawa si kecil ketika saya beraktivitas. Namun saya berjanji jika nanti dikaruniai buah hati lagi, saya akan rutin untuk pumping.

Alhamdulilah, setelah melahirkan anak keempat, saya pun bisa pumping. Karena saya juga harus mulai mengajar lagi dan menyelesaikan studi yang tertunda beberapa tahun.

Saya membeli pompa ASI manual dan harganya menurut saya relatif mahal, sekitar 6 kali lipat harga pompa yang dulu dibeli suami. Sebenarnya banyak merk dan juga harga yang sangat bersaing hingga membuat saya bingung mau pilih yang mana. Akhirnya saya berpikir, kalau ASI nya banyak, apapun jenis pompanya tentu bisa banyak pula hasilnya. Sampai akhirnya saya mencoba berastpump dari philips avent, ternyata kualitas pompa ASI juga menentukan sedikit banyaknya ASI yang keluar, jadi bukan hanya faktor internal saja.

"Loh, kok bisa mencoba breastpump philips avent? darimana? Alhamdulilah dapat gratisan euy!" Ini cerita saya tentang breast pump philips avent…

Mendapat gratis breast pump philips avent 



Saya sangat senang ketika masuk seleksi yang diadakan oleh KEB (Kumpulan Emak Blogger). Saat itu di KEB ada seleksi untuk mendapatkan pompa ASI gratis dari philips Avent bagi ibu yang menyusui dan diutamakan yang bekerja. Alhamdulilah saya salah satu yang lolos seleksi. Duh…senangnya. Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya kiriman pun datang juga. Tepat sehari sebelum puasa ramadan 2014. Wah, saya langsung mendokumentasikannya. Kemudian tak sabar membukanya. Melihat dan membaca buku panduannya. Setelah itu, saya langsung mencucinya dan mensterilkannya. Setelah selesai dan dikeringkan, langsung deh saya pumping. Hasilnya?

Sebelum saya bercerita tentang pengalaman saya menggunakan pompa ASI ini, saya gambarkan sekilas tentang produk ini.

Breast pump Philips Avent yang saya terima ini adalah Standar Manual Breast Pump (Mastige) Avent product SCF 900. Pompa ASI ini adalah pompa yang nyaman dan cepat. Karena memang sengaja dibuat demikian. Jika sang ibu merasa nyaman dan santai, maka otomatis ASI akan mengalir lebih cepat. Terlebih dilengkapi dengan bantalan pemijat yang lembut, yang berguna untuk menstimulasi aliran ASI. 



Spesifikasi dan keunggulannya sebagai berikut:

1. Desain ergonomis

Pompa ASI ini memiliki desain pegangan yang unik dan ergonomis yaitu memudahkan memompa tanpa perlu bekerja keras. Hisapan yang lembut pada pompa dibuat seperti hisapan mulut bayi.

2. Desain optimal pada kekuatan perah

Kekuatan perah pada pompa ASI ini didesain secara optimal untuk memastikan kenyamanan dan juga menjadikan proses memerah ASI lebih efisien.

3. Dot yang lembut

Bentuk dot bergaris memudahkan mulut bayi untuk melekat, dan membuat bayi lebih nyaman ketika minum.

4. Bantalan pemijat yang lembut dan hangat

Bantalan pemijatnya memiliki tekstur yang lembut seperti beludru yang memberikan rasa hangat dan nyaman bagi kulit, serta lembut menstimulasi aliran ASI.

5. Dilengkapi dengan penutup botol

Pompa ASI ini dilengkapi dengan penutup botol yang dapat digunakan untuk menyimpan ASI setelah diperah, langsung di lemari es untuk menjaga agar ASI tetap segar. Tutup botol bisa digantikan dengan dot apabila diperlukan.



Philips Avent adalah pelopor pompa ASI satu tangan pertama, pompa ASI manual pertama yang meniru hisapan bayi. Merk Philips Avent adalah pemimpin pasar botol susu dan pompa ASI dan sterilizer di Inggris. Mengantongi berbagai penghargaan dari banyak majalah parenting di seluruh dunia.untuk lebih detail bisa dilihat di sini

Wow keren… jadi tambah penasaran ya ingin segera membuktikannya. Baiklah, Inilah pengalaman saya…

Pengalaman menggunakan breastpump philips avent

1. Hasil 2x dari pumping dengan pompa semula

Pengalamana saya menggunakan breast pump philips avent, sungguh membuat kening saya berkerut. Lho, kok lebih kenceng ya? Lebih deras aliran ASI yang keluar, dan kevakumannya lebih vakum dari pompa ASI sebelumnya. Handle atau pegangannya juga lebih kuat, tidak mudah terlepas. Kencang dan lebih mantap. Pumping pun jadi menyenangkan dan semangat.

a. Pengalaman pumping pertama kali

Pertama kali pumping ASI yang keluar sekitar 60 ml. Itu dalam kondisi setelah menyusui si kecil. Wah…lebih banyak dari biasanya. Biasanya hanya sampai 30 ml saja. Saya pun langsung tersenyum dan semakin mantap untuk pumping.

b. Pumping selanjutnya

Saya belum bisa rutin tiap hari pumping saat itu, karena bulan puasa. Namun, saya selingi dengan tidak berpuasa karena kondisi yang drop. Si kecil rewel. Dan Alhamdulilah bisa pumping di malam hari dengan hasil kurang lebih 100 ml dengan durasi waktu yang lebih cepat dari biasanya yaitu kurang lebih 30 menit. Biasanya dengan durasi waktu 45 menit. Saya juga bisa menyimpan ASIP ini kedalam freezer untuk stok jika si kecil saya tinggal mengajar dan beraktivitas diluar yang sulit jika membawanya serta.



2. MPASI alami (homemade) menjadi lebih mudah

Sangat kebetulan, saya mendapatkan gratis sampel pompa asi dari philips ini karena si kecil sudah mulai diberi MPASI. Si kecil masih sangat sulit. Maklum, belum terbiasa. Maka dari itu pure buah harus dicampur dengan ASI agar bayitidak kaget dengan rasa yang baru dikenalnya. dan ternyata memang berhasil.Si kecil pun tak menolak.

Walaupun tetap tidak lahap, karena masih penyesuaian teksturnya harus benar-benar pas. Haziq, bungsu saya biasanya suka dengan pure alpukat. Kalau tidak dicampur ASI, dia suka menolak dan tidak selahap yang ditambah ASI. Makanya, saya sangat terbantu dengan pompa ASI philips Avent ini.

Adapun resep dan cara membuatnya sebagai berikut:

Pure Alpukat

Bahan:

· - 1 buah alpukat matang

· - ASI secukupnya, kira-kira 100 ml, lebih praktis hasil dari pumping saat itu.

Cara membuat:

· - Alpukat dicuci bersih, dibelah jadi dua bagian, dan diambil buahnya, bisa dikerok dengan sendok

· - Setelah siap kemudian blender, kemudian sajikan, boleh ditambah ASI. 



Philips avent memang oke! 

Demikianlah secuil pengalaman saya menggunakan breast pump Philips Avent. Setelah saya menggunakan pompa ASI ini, ASI saya jadi lebih lancar dan menyiapkan MPASI untuk si kecil pun semakin menyenangkan. Pompa ASI ini benar-benar terbukti keunggulannya. Recomended deh buat ibu-ibu yang menyusui terutama ibu yang bekerja. 

Tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa, setidaknya mencoba untuk memberikan ASI eksklusif dan dilanjutkan sampai dua tahun. karena ASI adalah tetap yang terbaik. Beruntung saya masih bisa memberikan ASI untuk buah hati saya. Beruntung pula karena saya masih bisa pumping walau hanya dengan satu payudara. Sangat terbantu dengan pompa ASI yang satu ini. Akhirnya saya dengan yakin menyimpulkan bahwa breast pump Philips Avent memang oke!

Terimakasih, PHILIPS AVENT...




Sumber: buku product breast pump philips Avent

8 comments:

  1. Breastpump yang baik akan mempengaruhi hasil dan kualitas ASI juga ya. Thanks menu MPASInya ya mak. Kebetulan aku lg mau bikin MPASI dgn menggunakan alpukat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, betul mak Oline...sama2 ya...semangat ngeMPASI buat dek Narend ya...:-)

      Delete
  2. Semangat ngASI dan ngeMpasinya ya mak ^^
    BPnya beda tipe tapi pasti tetep bikin deres ya acik acik.^^
    Kalo ibu dirumah pumping malam aja pas dia bobo ^^ *sekedar saran seperti yg aku alami sendiri


    dannn... happy breastfeeding :* sehat2 yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mak...beda tipe...tapi gpp...yang penting kualitasnya sama...ini aja dah seneng :-)
      btw, iya terkadang saya pumping malam...:-)

      yup semangat!!! makasih ya mak dah mampir...:-)

      Delete
  3. alhamdulillah... membantu ya mak alat ini :)
    semangat ngASI dan MPASI ya Mak....
    ciumin Haziq dong... gemesss... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mak...lumayan bisa nyetok buat MPASI.
      yup...tetap semangat!

      muah muah...udah kuciumin nih...
      sun sayang buat Fahima ya...:-)

      Delete
  4. Sis klo payudara kiri yg asi nya hnya keluar sedikit tadi bgmna supaya bisa berisi normal lg dan seimbang susu nya dgn payudara sebelah kanan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal sebelumnya, Mbak Salsabila....:-)

      Btw, coba dengan melakukan message rutin mbak, pemijatan payudara sendiri. lakukan dua kali sehari sehabis mandi. Dengan air hangat dan baby oil. Kalau belum juga, bisa minum booster ASI, kalau saya makan sayur hijau dan juga kacang2an. Selalu minum air hangat sesudah menyusui. Pumping rutin juga bisa merangsang produksi ASI, dan sebaiknya Payudara yang kelaur sedikit itu, lebih sering disusukan saja ke bayi. Kalau belum juga, konsultasi ke dokternya mbak...semoga bisa membantu ya....dan ASI mbak yang payudara kiri lancar dan banyak Aamiin :-)

      Delete

Terimakasih sudah membaca, Jika berkenan, Silakan beri komentar....:-)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...