Monday, 14 January 2013

Pemberian nutrisi dan latihan yang tepat, Tingkatkan konsentrasi anak

Monday, 14 January 2013

"Bagaimana ya meningkatkan konsentrasi anak? Ingin sekali anakku bisa konsentrasi dalam belajar. "Apakah harus minum vitamin yang bagus? atau harus belajar di tempat sepi?" Dan sebagainya.
Pertanyaan-pertanyaan itu kerap muncul dalam ruang diskusi para ibu, atau obrolan-obrolan seru di grup-grup diskusi jejaring sosial, yang mengeluhkan perkembangan anaknya. Tak terkecuali saya, sebagai ibu dari tiga anak, pun punya pertanyaan yang sama. "Sebenarnya apa sih konsentrasi itu?" Menurut sumber yang saya baca, konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.
Faktor penyebab kurangnya konsentrasi pada anak pun berbeda. Bisa terjadi karena faktor eksternal (lingkungan anak), Faktor psikologis (kejiwaan), dan faktor internal (kondisi otak anak). Untuk faktor internal, saya berusaha belajar memberikan nutrisi dan latihan yang tepat untuk anak saya. Karena dua hal itu akan sangat bepengaruh pada konsentrasinya.

Nutrisi Tepat

Memberikan nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah hal yang sangat penting. Adapun nutrisi tepat adalah pemenuhan gizi berimbang, yaitu makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah seimbang, untuk proses pertumbuhan dan perkembangan serta pemeliharaan tubuh termasuk otak. Zat gizi berimbang tersebut terdiri dari zat makro (energi, protein, dan lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral).
Untuk memenuhi gizi berimbang tersebut saya berusaha memberikan yang terbaik. Makanan yang bergizi dan tanpa pengawet serta yang paling penting adalah tanpa tambahan gula. Mengingat hampir semua makanan dan minuman anak mengandung pemanis baik pemanis murni maupun buatan. Sebutlah permen, roti, cake, dan makanan kemas. Untuk asupan gula ini, saya sangat berhati-hati, karena keluarga saya keturunan pengidap diabetes. Kelebihan asupan gula juga banyak dampak buruknya khususnya pada otak, yaitu: Kerusakan sinaptik (fungsi otak), merusak memori, dan mengurangi produksi insulin alami.

"Ini dibacanya apa sih?" (Dok. pribadi)


Agar anak-anak tidak tergantung pada asupan manis, juga untuk melatih mereka, saya berusaha lebih variatif dalam penyajian menu. Berhubung anak-anak sangat menggemari sup, saya memasak berbagai macam sup agar tidak bosan dan gizinya juga berimbang. Seperti sup brokoli, kacang polong, sup cakar ayam, sup ikan laut. Dan makanan sebagai pengganti jajanan, saya beri rebusan sayur brokoli, kacang merah, kacang tanah, buah-buahan (pisang, semangka, mangga, pepaya, dan melon) serta umbi-umbian (kentang, ubi, singkong).


Susu yang disukai si bungsu sekarang (Dok. Pribadi)

Untuk minum, saya biasakan anak-anak dengan air putih dan jus segar. Khusus untuk si bungsu, saya memberikan susu Anmum Essential 3, susu pertumbuhan untuk anak dengan NutriVitMin (Mengandung: Vitamin A, C, E dan Selenium, Zat besi seng, protein, karbohidrat dan lemak, prebiotik serta kalsium) yang diformulasikan khusus tanpa gula tambahan untuk membantu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Sangat cocok dan membantu si bungsu yang sedang dalam tahap masa golden years

     
Latihan Tepat  

Disamping pemberian nutrisi tepat untuk meningkatkan konsentrasi anak, latihan tepat untuk anak juga sangat diperlukan. Latihan tepat tersebut bisa dimulai dari berbagai aktivitas. Seperti bermain, olahraga dan seni, juga beribadah. Berikut latihan-latihan yang saya terapkan dan saya biasakan kepada mereka:
1)       Aktivitas Bermain
Saya sebisa mungkin membelikan maianan yang sifatnya mendidik dan menstimulus mereka. Seperti, puzzle, dan balok susun. Saya juga mulai membiasakan latihan-latihan kecil sambil bermain, seperti memasukan air dalam botol dengan menggunakan tutup botolnya.
2)      Aktivitas Seni
Ketiga anak saya suka sekali menggambar dan mewarnai. Kadang-kadang menirukan nyanyian anak serta ikut menari, walau kadang geraknya tidak beraturan. 
3)      Aktivitas Olahraga
Si bungsu suka sekali bermain sepak bola, bersepeda, dan yang sering keluarga saya lakukan adalah jalan-jalan pagi.
4)      Aktivitas Ibadah
Membiasakan untuk taat beribadah sejak dini, juga ikut membantu meningkatkan konsentrasinya. Seperti pembiasaan sholat, hafalan surat-surat pendek dan juga membiasakan mereka untuk berdoa sebelum melakukan aktivitas.

permainan ini juga bisa melatih konsentrasi mereka lho...(Dok. pribadi)

Bersungguh-sungguh menerapkan pemberian nutrisi dan latihan tepat pada anak, tentu bisa meningkatkan konsentrasinya. Semua yang terlibat, dalam hal ini adalah keluarga, harus saling bekerjasama dan memberikan perhatian lebih untuk masa depan mereka yang gemilang. 


Saya dengan buku Storycake Amazing Moms karya IIDN







Referensi:
Nakita, serial buku. Judul: The Golden Years



Tulisan ini disertakan pada lomba Kompetisi Menulis Anmum Bunda Inspiratif. dan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis

7 comments:

  1. kereeeeennn mb tulisane, semoga menang ya hehe
    akhirnya launching juga tulisan ini ;) udah ketemu wangsitnya xixi

    ReplyDelete
  2. ha ha iya, wangsit ketemu setelah 2 hari muring2 ngedrop, dan gejala flu. makasih sudah mampir dan berikan support doa. hihihi masih banyak kekurangan secara ini kontes di blog pertama yang ku ikuti...:D

    ReplyDelete
  3. aih senangnya ada mba Arin...makasih mba, tambah semangat belajar nulis dan ngeblog (aku sering tengokin blog mba Arin...biar hihihi)

    ReplyDelete
  4. biar tambah pinter maksudnya...maaf keputus...hihihi)

    ReplyDelete
  5. tetap semangat ya mbak Nunung :) tulisannya bagus kok..

    ReplyDelete
  6. makasih mba diah, mau mampir...btw, yup mba...gak mikir menang atau kalah. yang penting belajar nulis...:-)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca, Jika berkenan, Silakan beri komentar....:-)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...