Wednesday, 26 December 2012

Bersyukur dengan Ovarium Satu

Wednesday, 26 December 2012

Aku mengalami perdarahan hebat waktu itu dan dokter mengatakan bahwa aku mengalami hamil diluar kandungan (kehamilan ektopik) yang terjadi bila sel telur yang telah dibuahi tidak melekat di rahim tetapi di tempat yang berbeda yaitu di saluran telur (tuba falopi), indung telur, leher rahim atau rongga perut. Bila embrio melekat di saluran telur, maka pertumbuhan embrio akan menyebabkan saluran telur membengkak atau pecah. Ini yang terjadi padaku karena perdarahan yang terus menerus, tentu akan mengancam jiwaku, dokter menyarankan untuk segera operasi. Dan ternyata, operasinya tidak hanya pengangkatan janin didalam saluran telurnya tetapi harus dipotong dan otomatis salah satu ovarium saya (sebelah kiri ) harus dibuang karena mengantisipasi terulangnya kembali hamil ektopik seperti yang terjadi pada kasus kehamilan ektopik lainnya yang tidak dipotong, ada yang terulang kembali sampai dua atau tiga kali.

Aku dan suamiku hanya bisa pasrah. Pasrah karena mungkin ini adalah jalan yang terbaik bagi kami. Pasca operasi, aku merasa ada yang hilang dari diriku, yah aku telah kehilangan calon anakku yang kedua. Kesedihan menyelimutiku. air mata ini mengalir deras ketika melihat janinku yang sudah diangkat dan ditaro dalam botol kecil. Botol itu kemudian diserahkan kepada suamiku untuk segera dikubur janinnya. Ukurannya masih sangat kecil, umurnya kurang lebih enam minggu. Selamat jalan anakku, Insya Allah engkau akan menjadi tabungan kami di surga. Aamiin. Doaku dalam hati dengan linangan air mata. Menahan semua sesak di dada, dan ditambah lagi dengan rasa sakit pasca operasi.
Hidup dengan ovarium satu awalnya sangat sedih dan berat bagiku. Karena aku dan suamiku masih ingin mempunyai anak dua, tiga, atau empat lagi. Sungguh aku takut sekali kalau nanti aku  tidak bisa hamil lagi. Seperti temanku yang pada kasus yang sama sepertiku, tetap belum hamil lagi meski anaknya sudah hampir lulus kuliah. Walau ada kasus lain yang akhirnya bisa punya anak lagi, aku tetap merasa khawatir.
Alhamdulilah kekhawatiran ini tidak menjauhkan aku untuk selalu bersyukur. Bersyukur bahwa aku masih bisa selamat, walau harus operasi dan membutuhkan beberapa kantong darah. Bersyukur aku sudah dikarunia seorang putri yang cantik. Tidak semua pasangan suami istri bisa memiliki keturunan, bahkan dengan program bayi tabung pun, ada yang tetap gagal untuk memilki anak. Karena memang, mempunyai anak atau tidak adalah rahasia Allah. Manusia hanya bisa berusaha dalam wilayah yang dikuasainya. Kuncinya adalah tetap mensyukuri apapun kondisi yang terjadi pada kita. Sulit sekali memang, seperti yang aku rasakan sendiri. Jika lelah, ataupun berduka, keluhan-keluhan terucap juga dari bibirku. Kalau sudah begitu, suamiku segera menegurku dan menasehati aku. “Sayang, jangan mengeluh ya…banyak yang lebih susah dari kita, lihatlah diluar sana, orang yang tidak bisa merasakan nikmatnya tinggal disebuah rumah, makan dengan enak dan juga tidak semua bisa merasakan kelucuan dari seorang anak…kita sudah menikmati itu semua, sudah sepantasnyalah kita selalu bersyukur.”
Betul, hati yang senantiasa bersyukur akan semua karuniaNya, akan membuat kita selalu bahagia dan merasa cukup. Dan insya Allah aku akan terus mensyukurinya walau hidup dengan ovarium satu, tidak membuatku  berputus asa untuk mempunyai anak lagi. Ikhtiyar dan doa serta tawakkal harus kita canangkan dan selaraskan dalam hidup, sebagai wujud syukur kita pada apa yang dianugerahkanNya.
Aku banyak membaca kisah wanita-wanita yang ternyata bisa hamil dan mempunyai anak, walau hanya punya satu ovarium. Satu ovarium, bukan kendala untuk bisa hamil. Sebuah kisah yang sangat memotivasiku, kisah seorang artis Shahnaz Haque yang menderita kanker pada salah satu ovariumnya dan harus diangkat, tetapi akhirnya dia bisa merasakan hamil dan lahir dari rahimnya anak-anak yang lucu, tiga putri cantik. Subhanallah. Kisah ini sangat menyentuhku. Tidak ada rasa putus asa atau bersedih dengan apa yang menimpa kita. Justru kita tidak boleh terpuruk dengan segala ujianNya.      
Subhanallah…Allah mengabulkan doaku, doa suami dan doa seluruh anggota keluarga besarku serta doa dari sahabat-sahabatku. Aku hamil lagi! hamil pasca operasi. Hamil dengan ovarium satu. Dalam waktu kurang dari dua tahun, aku kembali bisa merasakan morning sick, mual-mual pada trimester awal, dan gerakan serta tendangan hebat janin diperutku. Aku bahagia sekali…syukurku padaNya yang masih memberiku rizki dan amanah ini.
13 Januari 2009, seorang bayi perempuan cantik lahir dari rahimku, normal dan sehat. Aku dan suamiku menangis, menangis haru dan penuh syukur. Walau keinginanku berharap melahirkan bayi laki-laki. Tapi, itu terkikis, karena diberikan kesempatan untuk hamil lagi dan melahirkan normal saja, sudah sangat membahagiakanku.
Syukurku bertambah besar, ketika aku melihat dua garis merah pada test pack kehamilan ditanganku. Aku terpana, tidak percaya, kaget dan entah perasaan apalagi yang menyelimutiku waktu itu.. Di usia hampir 6 bulan putriku keduaku, aku hamil lagi! Subhanallah…Allahu Akbar! Kebahagiaanku dan rasa syukurku mengalahkan rasa khawatirku. Bagaimana tidak khawatir, aku masih menyusui, dan putri keduaku masih berhak akan ASI. Bismillah, aku yakin aku akan bisa melewatinya. Alhamdulilah aku lalui hari demi hari kehamilanku dengan kuat dan sehat, aku butuh asupan makanan yang lebih karena aku hamil sambil menyusui.
Sampai di usia 5 bulan kandunganku, aku mengalami kontraksi hebat. Seperti mau melahirkan. Ketakutan dan kekalutanku terus menderaku. Aku takut kalau bayi ini akan lahir prematur, lahir di usia yang masih sangat sulit untuk bertahan hidup. Karena pada usia 5 bulan janin belum siap lahir ke dunia, janin masih dalam proses penyempurnaan paru-paru dan sistem pernafasan. Ukurannya pun berkisar 20,5 cm dan beratnya masih kurang lebih 300 gram. Tentu saja akan kesulitan untuk bertahan hidup. Walau ada bayi lahir prematur yang lahir diusia lima bulan yang selamat dengan perawatan yang intensif selama berbulan-bulan.
Akhirnya suamiku membawaku ke klinik tempat biasa aku memeriksakan kandungaku. Tidak ada lendir atau darah dari jalan lahirku, semua masih normal. Denyut jantung sang bayi juga bagus. Rupanya aktivitas hamil dengan menyusui adalah salah satu pemicu bagi kontraksinya rahimku. Ditambah lagi, aku sulit untuk buang air besar. Jadilah bertambah sakitku. Aku harus bedrest total, dengan cairan infuse yang mengalir ditubuhku. Aku harus  opname di klinik selama masa pemulihan. Setelah beberapa hari diklinik kesehatanku mulai membaik. Dokter menyarankanku agat tidak menyusui lagi, tentu saja makan makanan yang berserat karena masalah utamaku adalah sulit untuk buang air besar. Alhamdulilah, aku bisa melewatinya, bayiku masih bertahan dan kondisiku mulai pulih.
Tepat jam 4 subuh tanggal 30 April 2010 lahir ke dunia ini, seorang bayi dengan berat 3, 8 kg dan panjang 49 cm. Suamiku yang sedari tadi menemaniku selama proses persalinan, dia mengecup keningku dan menggemgam jemariku, “Terimakasih ya, bayi kita laki-laki.” Kata suamiku pelan dan sambil tersenyum penuh rasa syukur. “Alhamdulilah…Allahu Akbar…” aku tak hentinya mengucap syukur, keinginan untuk mempunyai anak laki-laki terkabul juga. Aku menangis, karena bahagia. Terimakasih ya Allah…Engkau beri rizki tak ternilai ini.
Aku teringat akan sebuah ayat “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Mensyukuri apa yang terjadi pada diri kita, ikhlas dan selalu mengharap ridoNya, Allah akan menambahkan nikmat bagi hamba-hambaNya yang bersyukur. Yah, aku sendiri telah membuktikannya…walau ovariumku tinggal satu, tapi aku masih bisa hamil dan punya anak lagi, janji Allah tidak pernah ingkar. Subhanallah!




Anak-anakku...penyejuk mata kami...




45 comments:

  1. baru sempet baca yang ini mbak Nunung... subhanallah, mengharukan dan sangat menginspirasi.. selamat ya, sudah dikaruniai Allah anak-anak yang lucu dan pinter :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...Syukron mbak Diah...doa yang sama buatmu ya...:-) makasih dah mampir...:-) *big hug

      Delete
  2. Wah ternyata tulisan yg di majalah Ummi ini udah diposting disini..Padahal pas mbak posting gambarnya itu, sy mau nanya gimana ceritanya mbak..Wah menyentuh banget ceritanya mbak..Bener2 Allah Maha Pemurah ya..Bnyk sekali nikmat yg udah dikasih..Dan kl qt berpikir positif ke Allah, malah dikasih sama Allah ya,,Barakallah mbak,, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini udah diposting sejak 26 desember 2012 mbak, pertengahan januari 2013 saya edit, dan kirim ke UMMI, maret dah dimuat. Alhamdulilah akahirnya naskah ini ketemu jodohnya. :-)btw, yup betul mbak Allah Maha baik, maha Segalanya. jazakilah dah berkenan mampir dan baca kisahku...:-)

      Delete
  3. cedih bacanya mb e
    alhamdulillah sekarang nambah lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. he..he iya kalau ingat operasi itu rasanya luar biasa...iya, ini aku juga tak percaya, alhamdulilah.
      makasih ya dah mampir, semoga Azzam segera punya adik yang buaaanyak Aamiin...:-)

      Delete
  4. Wah... sama seperti saya mbak. Saya juga hanya memiliki 1 ovarium. Diangkat sewaktu operasi hamil di luar kandungan :(
    Kejadiannya sudah 2 tahun yang lalu, tapi sampai sekarang belum mendapat kesempatan untuk hamil lagi :(
    Saya udah punya dua anak, Sepasang Cewek n Cowok. tapi pengen rasanya nambah 1 lagi, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga disegerakan ya mbak...pokoknya jangan berhenti berharap dan usaha tentunya...makasih ya dah mamapir...salam kenal...:-)

      Delete
  5. oiya blom liat ini selamat yaaaaa kerenn

    ReplyDelete
  6. Bunda nunung aku baru 1 minggu ini operasi krn kehamilan ektopik dan sekarang indung telur ku tinggal yang kiri. Tulisan bunda ini sangat menginspirasi dan memotivasi saya, dan ga larut dlm kesedihan. Sy jadi yakin kl saya bisa hamil lg walau dg 1 indung telur. InsyaAllah... semoga Allah mengizinkan saya dan suami untuk memiliki anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...yup! kudu yakin mbak... tetap ikhtiar tentunya...berdoa tak hentinya pada Allah Sang Maha pengabul doa. saya doakan segera ya mbak...terimakasih sudah mampir...^_^

      Delete
  7. Subhanallah mba..aku jg pernah mengalaminya indung telurku hanya 1 aku sedih tp aku bersyukur aku masih sehat smpai saat ini,meski Allah blm m'beriku keturunan tp aku tetep b'syukur karena suamiku sngat mencintaiku dgn sgala kekuranganku.:)
    Sdh 2th lebih pasca operasi itu berlalu..Allah blm m'berikan keturunan..mungkin Allah punya rencana lain untukku,,Smoga kelak doaku dijabah olehNYA..آمِيّنْ... آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
    Terimaksih kisahnya mba,sdh me'inspirasiku utk tetap dan trs b'syukur. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...
      yup, sama2 mbak...semoga kesabaran mbak selama 2 tahun akan berbuah manis. tetap yakin doa dan ikhtiar tiada henti. selalu bersyukur akan menjadi penyemangat hidup juga.

      btw, makasih ya dah mampir...^_^

      Delete
    2. Subhanallah, Alhamdulillah mbk.....setelah operasi mbk promilnya apa?

      Delete
    3. Alhamdulilah belum promil apa2 mbak Ita, langsung positif aja. sekarang saya dah nambah lagi, jadi punya 3 anak lagi setelah operasi.

      Delete
  8. Subhanallah.. semoga sy di beri ALLAH rezeki dan kebahagiaan itu juga krna ak juga sama pernah alami 2 x kgugurN dn terakhir juni 13 lalu oprasi ket. Saluran kanan ku di potong dan aku pesimis sekali. Tetapi setelah baca apa yang mba alami aku yakin aku bisa. ALLAH MAHA BESAR ..
    10 bln setelah oprasi ini semoga secepat nya aku bisa hamil lagi. AMIIN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mbak...:-)

      wah, hampir sama kasusnya ya...

      btw, yup. betul. kita harus tetap yakin. bersyukur dan tentunta, ikhtiar tiada henti.
      jangan pernah menyerah ya...

      SEMANGAT! :-)

      Delete
  9. assalamu salam wrwb. salam knal mbak... saya baru operasi krn hamil diluar kandungan (bayinya di saluran telur) jd dipotong juni lalu... skr sdh 27 hari blm dpt db.. pdhl siklus sy biasanya pendek sekitar 17-20 hari.. klo ba' da operasi bisa merubah siklus kah?? skr juga ovarium yg pya saluran telur cuma 1... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumsalam...mohon maaf baru sempat balas. Salam kenal kembali mbak...:-) ya, bisa saja itu terjadi mbak...gimana kondisinya sekarang?

      Delete
  10. Assalamu'alaykum.
    salam kenal mba nunung.
    Alhamdulillah, stelah sya baca kisah mba, jdi tambah semangat terus & tetap yakin sma Allah.
    krn pengalaman mba nunung, sma dg pengalaman sya sndri yg belum lma ini d pertengahan bln February lalu.
    Afwan mba, pasca SC KET, mba promil apa sja & apakah mba nunung pernah d hSG?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumsalam...salam kenal kembali...maaf baru respon. Alhamdulilah, saya waktu ndak promil apa2 mbak..tau2 positif. Saya belum pernah di hsg

      Delete
  11. Assalamu'alaykum.
    salam kenal mba nunung.
    Alhamdulillah, stelah sya baca kisah mba, jdi tambah semangat terus & tetap yakin sma Allah.
    krn pengalaman mba nunung, sma dg pengalaman sya sndri yg belum lma ini d pertengahan bln February lalu.
    Afwan mba, pasca SC KET, mba promil apa sja & apakah mba nunung pernah d hSG?

    ReplyDelete
  12. Mba.. 11 hari lalu sy melahirkan via SC dg ibdikasi placenta akreta..jdi penempelan plqcenta dirahim. Dan rahim saya diangkat separo juga. Apa hal ini sama halnya dg mba yg ovarium nya diangkat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah...saya kurang tau mbak...saya yang diangkat hanya satu saluran telurnya saja. Rahim saya ndak papa.

      Delete
  13. subhanallah,ibu sangatlah beruntung,maha suci ALLAH dgn segala firmannya,saya adlh wanita (27th)yg hidup dgn satu sel telur seperti ibu,dan sudah mengalami keguguran setelah 4th pasca pengangkatan ovarium saya (19th).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukron mbak Umyaby, ya saya sangat bersyukur. Btw, bagaimana kondisinya sekarang?

      Delete
  14. Mba nunung,,,
    sya sampai nangis denger ceritax,,,
    krna sya blum di karuniai anak,,
    apa lgi sya harus operasi kista ovarium n saluran tuba fallopi di potong,,, kta dokter kemungkinan kecil untuk hamil secara alami,, dan indung telur saya tinggal satu, dokter menyarankn sya untuk program bayi tabung,,
    tapi sya tetap yakin,, sya pasti bisa hmil secra alami,,
    krn sya yakin Allah itu akn memberikan yg terbaik dlm hidup saya,,
    dri cerita mba nunung,m sya mnjdi semangat n trus berdoa n berusaha,,
    doa kn sya ya mba,, agar sya jga bisa meraskan memiliki bayi,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup. insya Allah mbak...btw, ikhtiar secara alami dulu. insya Allah jika Allah berkehendak, masih bisa hamil lagi mbak. yakin dan doa plus ikhtiarnya gak berhenti. btw, selain batab, insem juga bisa kan? semoga segera positif ya mbak...salam kenal. makasih dah mau baca dan komen di blog saya...:)

      Delete
  15. Ya Allah mak Nunung, baru tahu lhooo kalau mak Nunung dalam kondisi hanya satu ovarium. Salut mak, tetap bersykur dan nikmatnya tiada tara yaaa

    ReplyDelete
  16. Assalamu'alaykum. Mba nunung, slam kenal, sya lathifa. Ketika sya baca tulisan mba,, kisah kita sma mba. Klo sya tuba yg kanan d potong, jdi tinggal yg kiri. Selang 3 bln pasca operasi hamil ektopik thn 2015 alhamdulillah sya positif hamil, tpi qadurullah, hanya bertahan smpai 5mggu lebih sja dan keguguran spontan. Dan d awal thn, alhamdulillah sya hamil kembali, tpi Allah msh belum mengizinkan smpai lahir, sya pun keguguran lgi d usia kandungan yg sma 5mggu 4 hri. Pasca keguguran, sya pun d suruh dokter utk tes darah lengkap. Hasilnya negatif semua utk torch, rubella dan cmv. Utk skrg sya jga masih menunggu hadirnya amanah dri Allah d keluarga kami dg penuh kesabaran & keikhlasan. Ohya mba nung, ketika hamil lgi, promil alaminya sprti apa ya mba? ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya gak melakukan promil apa2, mbak. Hehe, semua tanpa rencana. pasrah Lillah. yang pasti,umumnya jika promil, semua kudu upayakan hidup sehat, dan makan yang baik. dari kedua belah pihak, yaitu suami dan istri. banyak baca dan konsul ke dokter yang berkompeten juga gak ada salahnya.

      btw, tetap semangat, ya. Ikhtiar tanpa putus. Semoga segera diijabah ya, mbak. Aamiin

      Delete
  17. Assalamualaikum bunda nunung....cerita hampir sama dgn saya.saya jg hamil 1 ovarium ank kedua alhmdlh putriku sehat dan skrg baru ada tanda2 kehamilan lagi semoga nanti diberi anak laki2.salam kenal ya bunda nunung...

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum bunda nunung....cerita hampir sama dgn saya.saya jg hamil 1 ovarium ank kedua alhmdlh putriku sehat dan skrg baru ada tanda2 kehamilan lagi semoga nanti diberi anak laki2.salam kenal ya bunda nunung...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumussalam...waah senangnya. Alhamdulilah, ya, Mbak. semoga diijabah doanya.

      salam kenal, makasih sudah berkunjung :-)

      Delete
  19. SubhanaAllah, saya baru sebula yg lalu tepatnyatgl 28 oktober oprasi hamil ektopik dan ovarium sebelah kiri harus diangkat .saya juga pengen punya anak lagi tapi masih trauma takut terjadi lg hal yg sama, secara usia ki skr sudah 37 th.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semamgat mbak...pasti bisa insya Allah. Semoga segera dikasih lagi ya...Aamiin

      Delete
  20. SubhanaAllah, saya baru sebula yg lalu tepatnyatgl 28 oktober oprasi hamil ektopik dan ovarium sebelah kiri harus diangkat .saya juga pengen punya anak lagi tapi masih trauma takut terjadi lg hal yg sama, secara usia ki skr sudah 37 th.

    ReplyDelete
  21. Subhanallah Mba ceritanya sama seperti saya.. saya hanya memiliki satu ovarium saya ingin seperti mba bisa hamil lg anak kedua dan ketiga dengan sehat.. mohon doanya ya mba saya beserta suami ikhlas dan selalu bersyukur apa yang sdh diberikan Allah SWT saat ini mdh2an doa dan keinginan saya terkabul aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allahumma Aamiin...Insya Allah, Mbak. Allah akan memberi balasan yang baik bagi hambaNya yang sabar dan ikhlas akan ketentuan-Nya. Semangat!

      Delete
  22. Assalamu'alaikum mba nunun.. salam kenal ya. Alhamdulillah ketemu web ini.. tgl 27jan 2017.. sy hbis menjalaknkan operasi Ket usia janin 8minggu.. kehamilan pertama. Stelah baca kisah mba nunung.. sya jd termotivasi utk bisa hamil lg hehe. Yg terpenting kan ikhtiarnya ya mba, hasilnya allah yg menentukan

    ReplyDelete
  23. Terima kasih Mbak Nunung, mohon ijin copas link tulisan mbak di blog saya ya....
    Salah satu tulisan yang menginspirasi dan memberi semangat kepada saya setelah tanggal 12 Mei 2017 lalu menjalani operasi KE..... Semoga saya senantiasa bisa bersyukur dan selalu optimis dan semoga Allah memberikan kami buah hati lagi dengan proses kehamilan dan kelahiran yang sehat , lancar dan normal Amiiinn...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca, Jika berkenan, Silakan beri komentar....:-)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...